
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" version="2.0">
<channel>
    <title>
        <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
    </title>
    <description>
        <![CDATA[ Blog EduStyle ]]>
    </description>
    <link>https://edustyle.nusapos.com/rss.xml</link>
    <image>
        <url>https://edustyle.nusapos.com/uploads/logo/f80deb76bd7d8081e388532c95b44b84.png</url>
        <width>130</width>
        <height>35</height>
        <title> Edukasi Style Info </title>
        <link>https://edustyle.nusapos.com/rss.xml</link>
    </image>
    <generator>Edukasi Style Info</generator>
    <lastBuildDate>2026-07-11T00:00:00+07:00</lastBuildDate>
    <atom:link href="https://edustyle.nusapos.com/rss.xml" rel="self" type="application/rss+xml"  />
    <language>
        <![CDATA[ id-ID ]]>
    </language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Manajemen Ekspektasi : Senjata Paling Ampuh dalam Perang Psikologis Sebelum Dihajar Realita ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-10590/manajemen-ekspektasi-senjata-paling-ampuh-dalam-perang-psikologis-sebelum-dihajar-realita</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2023-05-16T16:29:28+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-10590/manajemen-ekspektasi-senjata-paling-ampuh-dalam-perang-psikologis-sebelum-dihajar-realita</guid>
        <description>
            <![CDATA[ "Manajemen ekspektasi adalah salah satu senjata paling ampuh dalam perang psikologis." (Malveau & Mowbray, 2003). ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Pernah merasa kaget dan heran terhadap diri sendiri?
&ldquo;Kok, tadi aku bisa semarah itu?&rdquo;
&rdquo;Padahal, kalau ditelusuri lagi, tadi gak gitu, ko, permasalahannya.&rdquo;
Nah, coba kita telusuri kembali, apa yang kamu lihat sebagai marah itu merupakan serangkaian peristiwa atau ungkapan perasaan lain yang sebenarnya terjadi dibalik marahnya itu.
Ekspektasi yang terlalu tinggi bisa jadi salah satu kunci yang melatarbelakangi kenapa kamu marah.
Ekspektasi berlebih terhadap diri sendiri.
Ekspektasi berlebih terhadap orang lain.
Ekspektasi berlebih terhadap keadaan.
Ekspektasi berlebih terhadap pasangan.
Ekspektasi berlebih terhadap pekerjaan.
Ekspektasi berlebih ini melahirkan kekecewaan. Dan ketika kecewa, kamu rawan merasa marah.

Ekspektasi akan membentuk bagaimana kita mengarahkan suatu peristiwa yang mungkin akan terjadi. Dan jika kita tidak bisa mengatur ekspektasi tersebut, maka akan mengarahkan kita pada jebakan kehidupan. Yang bilamana suatu kejadian tersebut terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi, maka kecewalah yang didapati. Eskpektasi melahirkan keyakinan pribadi atas apa yang akan terjadi di masa depan. Kunci yang paling cerdas adalah manajemen ekspektasi.
"Manajemen ekspektasi adalah salah satu senjata paling ampuh dalam perang psikologis." (Malveau &amp; Mowbray, 2003).
Pengelolaan ekspektasi ini membuat Kita harus mau dan mampu beradaptasi dengan realita. Jangan tunggu dihajar realita dan kecewa baru menurunkan standar ekpsektasi. Sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu mengenai diri kamu sendiri, karena dengan itu, ekspektasi berlebih yang kamu ciptakan dalam angan-angan bisa diminimalisir. Mampu meminimalisir ekspektasi = meminimalisir&nbsp; kecewa dan marah.
Lalu bagaimana cara meminimalisirnya?
Hal mendasar yang harus kamu pahami adalah fokus pada diri sendiri dan pahami bahwa setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaannya sendiri. Jangan menggantungkan kebahagiaanmu kepada orang lain. Sadari bahwa semua yang terjadi tidak bisa kamu kendalikan, ada masa dan waktu dimana kamu tidak bisa mengendalikan hal-hal diluar kuasa kamu. Ketahui batasan yang kamu miliki. Dan yang terpenting adalah terima dan berdamai dengan kenyataan.
Sebelum ditampar realita, yuk, lakukan terlebih dahulu manajemen ekspektasi dengan satu paragraf kesimpulan di atas! ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Yakin, Hubungan Kamu dengan si Dia Sehat? Ciri-ciri Hubungan Sehat dalam Komitmen sebelum Menikah ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-10544/yakin-hubungan-kamu-dengan-si-dia-sehat-ciri-ciri-hubungan-sehat-dalam-komitmen-sebelum-menikah</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2023-05-04T16:16:02+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-10544/yakin-hubungan-kamu-dengan-si-dia-sehat-ciri-ciri-hubungan-sehat-dalam-komitmen-sebelum-menikah</guid>
        <description>
            <![CDATA[ Menjalin asmara yang romantis belum tentu bisa menggapai hubungan sehat secara otomatis dengan pasanganmu. Diperlukan investasi yang sama besar yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak. Apakah sudah yakin hubungan yang kalian bina sudah mencapai tingkatan sehat? ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Tidak seperti membuat kue, yang ada resep pasti step by step nya. Menjalin hubungan terutama hubungan yang kita harapkan bisa sehat, tidak ada resepnya secara pasti. Tidak bisa asal dibumbui hingga akhirnya berujung pada hubungan yang justru tidak tahu arahnya akan kemana.
Setiap dari masing-masing diri kita mengharapkan agar hubungan yang sedang kita jalani membawa kita ke arah yang progresif dengan berlandaskan sikap saling suportif satu sama lain. Istilah tersebut, hari ini ramai dikenal dengan hubungan sehat atau healthy relationship.
Menjalin asmara yang romantis belum tentu bisa menggapai hubungan sehat secara otomatis dengan pasanganmu. Diperlukan investasi yang sama besar yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak. Apakah sudah yakin hubungan yang kalian bina sudah mencapai tingkatan sehat? Kita cek, yuk, beberapa poin berikut ini:

Tidak ada yang lebih dominan

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang tidak saling mendominasi satu sama lain sehingga bisa mencapai tingkatan setara antar satu dengan yang lainnya. Sulit memang, dimana masing-masing harus bisa menurunkan ego dan menghargai ego dari masing-masing.

Saling respect

Saling respect atau saling menghargai merupakan salah satu kunci hubungan sehat, termasuk menghargai batasan yang telah ditetapkan oleh masing-masing pasangan. Kemudian, dengan bersikap tidak lebih superior akan membuat masing-masing dari pasangan merasa dihargai. Perasaan tidak nyaman dan damai bisa jadi timbul karena tidak adanya saling menghargai antar pasangan. Bukti menghargai antar pasangan salah satunya dengan memberikan pasangan ruang untuk dirinya sendiri atau keluarganya, namun tetap membuat si pasangan merasa prioritas.

Komunikasi terbuka

Komunikasi terbuka adalah komunikasi yang dilakukan secara jelas tanpa berbelit-belit sehingga pasangan bisa paham dan mengerti maksud yang ingin disampaikan tanpa ada kesalahpahaman yang mungkin malah membuat persoalan baru.


Kepercayaan

Dicurigai dan dituduh merupakan hal menyebalkan yang bisa merusak ketenangan dalam menjalin suatu hubungan. Pasangan akan lebih merasa nyaman bila diberikan kewenangan penuh dalam kepercayaan. Ingat, ya, setelah diberikan kepercayaan, jangan malah disalahgunakan. Tuduhan dan kecurigaan bisa jadi timbul karena mungkin kamu pernah menyia-nyiakan kepercayaan dari pasangan.

Bisa saling bekerjasama

Kerjasama ini dilakukan agar masing-masing dari pribadi bisa upgrade atau tumbuh berkembang menjadi lebih baik, tidak membatasi pasangan agar menjalani atau menuntut melakukan kehendak pasangan lain dengan terpaksa.

Bisa mengelola konflik dengan baik

Konflik menjadikan hubungan makin bertumbuh menjadi lebih dewasa. Alangkah baiknya jika kedua belah pihak mau dan bisa mengelola konflik bersama dengan baik. Jadi, tidak hanya satu pasangan saja yang berjuang menyelesaikan konflik. Kedua belah pihak harus bersepakat menyelesaikan konflik dan tidak membiarkannya larut terlalu lama sehingga menjadi bom waktu yang menyebabkan kejengahan.

Tidak menuntut untuk dibahagiakan

Sejatinya kebahagiaan diri sendiri adalah tanggung jawab sendiri, kita tidak bisa menuntut pasangan untuk membahagiakan kita. Kesadaran bahwa kebahagiaan datang dari diri sendiri, menghindari harapan atau ekspektasi yang tinggi terhadap pasangan. Justru dengan menganggap kebahagiaan adalah tanggung jawab sendiri, maka membuat diri masing-masing lebih berinisiatif dalam melakukan investasi terhadap pasangan.
Dari poin-poin di atas, terdapat banyak turunan yang menambah kelengkapan dari bumbu-bumbu yang dapat menjadikan hubungan yang dijalani menjadi sehat. Hubungan sehat atau healthy relationship ini yang paling penting adalah tidak pernah mengabaikan signal. Ketika dirasa pasangan kita mulai melakukan sesuatu diluar batasan yang sudah ditetapkan, maka bisa jadi merupakan pertanda hubungan mulai tidak sehat dan mendekati toxic relationship. Dan sebaiknya, kita perlu berani mengatakan STOP ketika hubungan yang dijalani sudah tidak lagi menjadi hubungan yang sehat. ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Aku, Kamu, Kita : Semua Pantas dan Berhak Bahagia !!! ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-8696/aku-kamu-kita-semua-pantas-dan-berhak-bahagia</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2022-02-25T16:46:21+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-8696/aku-kamu-kita-semua-pantas-dan-berhak-bahagia</guid>
        <description>
            <![CDATA[ Pernah tidak dalam hidup, kamu merasa tidak berhak untuk Bahagia?
Dalam dirimu selalu terbesit pertanyaan, “Apakah kamu pantas untuk bahagia?”
yuk simak ulasan berikut ini ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Pernah tidak dalam hidup, kamu merasa tidak berhak untuk Bahagia?
Dalam dirimu selalu terbesit pertanyaan, &ldquo;Apakah kamu pantas untuk bahagia?&rdquo;
Setiap kali muncul senyuman diwajahmu kemudian kamu kembali mempertanyakan, &rdquo;Hei, apa senyuman ini layak kamu dapatkan?&rdquo;
Perasaan bersalah terus-menerus berkecamuk dalam dirimu. Bergelut dan berperang antara Bahagia dan sedih, layak dan tidak layak, pantas dan tidak pantas.
Pernahkah kamu merasakan berada di fase tersebut?
Hal yang wajar dan normal jika perasaan-perasaan tersebut pernah muncul dalam benak dan pikiranmu. Penyesalan akan masa lalu, kegagalan, rasa bersalah terhadap seseorang, kekecewaan yang mendalam, peristiwa yang tidak bisa terlupakan, dsb. Mungkin semua itu bisa jadi salah satu alasan kamu mempertanyakan kelayakan hidup bahagia yang kamu dapatkan saat ini. Tapi, percayalah setiap masing-masing dari kamu, layak dan pantas merasakan kebahagiaan.
Kebiasaan yang membuat kamu mempertanyakan kebahagianmu, membuat kamu terjebak dalam masa lalu. Penyesalan yang mendalam membuat kamu terus menerus menyalahkan diri kamu, membuat kamu tidak bisa memaafkan diri sendiri. Kita bisa mengatasi perasaan-perasaan tersebut, karena yang mempunyai kendali terhadap diiri kita hanyalah kita sendiri.
Berikut beberapa cara yang bisa membantu kamu tidak lagi mempertanyakan kelayakan bahagia yang kamu rasakan:
1. Berdamai dengan masa lalu
Kegagalan yang pernah kamu alami. Semua yang terjadi dengan dirimu di masa lalu, tidak bisa menjadi acuan bahwa kamu tidak layak bahagia di masa kini. Kamu harus bisa menerima bahwa setiap kegagalan yang terjadi tidak selalu untuk diratapi. Setiap kegagalan yang membuat duka dan nestapa tidak harus selalu membuat kamu kemudian mengutuk hidup kamu bahwa kamu tidak pantas untuk hidup bahagia. Berdamai dengan masa lalu adalah salah satu kunci agar kamu bisa menerima setiap kejadian pahit yang membuat kamu tidak pantas untuk bahagia. Berdamai dengan masa lalu membuat kamu bisa berdamai dengan kehidupanmu saat ini.

2. Memaafkan diri sendiri
Setelah mampu berdamai dengan diri sendiri, maka maafkan dirimu sendiri. Maafkan diri sendiri yang mungkin telah khilaf dan bodoh membuat keputusan sehingga menyebabkan kegagalan, kekecewaan, penyesalan, dan segala perasaan bersalah lainnya. Memaafkan bukan untuk orang lain tapi untuk diri sendiri. Keberlangsungan hidup yang damai untuk diri sendiri. Setelah kamu mampu memaafkan diri sendiri, maka perasaan-perasaan bersalah yang bersarang dalam dirimu sedikt demi sedikit akan sirna dan berhenti berperang saling memberontak satu sama lain.
3. Bangkit dan melangkah menuju masa depan
Sebelum bangkit dan melangkah menuju masa depan, maka hal yang perlu kamu lakukan adalah berhenti bertanya tentang kelayakan bahagia yang kamu dapatkan. Karena kamu selalu berhak untuk bahagia, dan bahagia yang kamu rasakan adalah salah satu jalan menuju masa depan yang lebih baik. Orang yang bahagia cenderung berpikir dan berperilaku positif. Maka, bahagialah terlebih dahulu! Tatap masa depan yang lebih baik. Raih dan persiapkan kehidupan yang layak, yang mampu menjadi pondasi untuk kebahagiaan yang lebih besar kelak akan kamu dapatkan.
Percaya bahwa kekecewaan yang kita dapati di masa lalu telah tergantikan dengan Bahagia yang mungkin saat ini sedang kamu rasakan. Maka, jangan pernah mempertanyakan kelayakan dan kepantasan kamu untuk Bahagia, karena setiap kehidupan akan selalu ada suka dan duka. Dulu kamu merasakan duka, maka saat ini kamu layak mendapatka hadiah suka dari nestapa yang kamu derita.
Kehidupan memang tidak pernah selalu bisa ditebak. Saat ini kamu sedih, besok hari saat terbangun bisa jadi kamu menjadi orang yang paling bahagia. Hari ini kamu merasa paling dicintai, bisa jadi besok kamu kehilangan orang yang paling kamu cintai. Kehidupan selalu menjadi misteri, maka kondisi apapun yang saat ini sedang terjadi padamu, jangan pernah anggap akan abadi. Semua hanya titipan Sang Illahi.
Jadi, pilihlah kebahagiaanmu hari ini. We deserve to be Happy !!!! ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Janda: Tidak Hanya Melukai Hati Tapi Juga Menyakiti Pendengaran! ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7977/janda-tidak-hanya-melukai-hati-tapi-juga-menyakiti-pendengaran</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-09-09T12:07:00+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7977/janda-tidak-hanya-melukai-hati-tapi-juga-menyakiti-pendengaran</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Saat kamu mendengar istilah janda, apa yang terbesit dipikiranmu? Kesan buruk dengan seabrek stigma negatif? Atau kesan positif dengan segudang usaha pencapaian yangberusaha diraih?
Tidak ada yang salah dengan istilah atau status tersebut, bukan?
Tapi, rasanya sulit menghapus kesan negatif dan stigma yang melekat ketika kamu diminta untuk membayangkan dan mengomentari tentang istilah janda. Karena bagiku sendiri, istilah atau kata-kata tersebut sudah berkonotasi negatif.
Istilah janda terlalu kasar. Terlalu memekakkan telinga, sedikit frontal, dan nakal ketika di dengar. Seolah, &ldquo;Apa tidak ada istilah atau sebutan lain yang lebih memuliakan seorang perempuan tanpa suami?&rdquo;
Memang tidak ada yang salah dengan sebutan janda, jika merajuk berdasarkan KBBI pun tidak ada arti negatif tentang janda. Janda hanya sebuah status, tetapi kerap kali sebutan tersebut mengalami marginalisasi sehingga membuat orang yang mendengar istilah janda membayangkan bahwa janda memiliki atribut yang negatif.
Istilah janda kerap ditambahi dengan imbuhan-imbuhan janda gatal, janda pelakor, janda nakal, dsb. Tidak ada istilah positif tentang janda. Lain halnya dengan istilah duda yang kerap kali didengar dengan sebutan duren atau duda keren. Budaya patriarki menempatkan janda&nbsp;sebagai warga kelas dua. Seorang perempuan menyandang status janda, karena kematian atau sebuah perceraian, kedudukannya dipandang tetap lebih rendah daripada duda. Perempuan selalu dianggap sebagai second person daripada laki-laki, itulah sebabnya mengapa tidak ada istilah positif yang melabeli seorang janda.
Tak hanya di mata seorang lelaki, para janda juga seringkali dipandang negatif oleh sesama perempuan. Para perempuan yang bersuami akan sibuk grasak-grusuk jika ada janda yang tinggal di lingkungan sekitarnya. Mencurigai setiap tingkah yang dilakukannya, seolah menjadi janda adalah sebuah kehinaan dan kutukan.
Apa ada istilah jaren atau janda keren? Jalim atau janda alim? NOPE! Tidak pernah ada sama sekali. Yang lebih mengiris hati, seringkali istilah janda dijadikan sebuah lelucon dan becandaan sexist. Sulit mengedukasi orang-orang yang sudah terbentur dengan budaya patriarki. Bahkan, ketika seorang janda tersandung dengan sebuah konflik, orang selalu memandang, &ldquo;Oh, pantas saja! Janda!&rdquo; Begitu ucapnya, seolah menormalisasi bahwa janda rentan dengan konflik dan permasalahan. Kejam sekali orang melabeli seorang janda.
Sekalipun ketika disebut dengan istilah janda kembang yang mengacu pada janda yang masih muda dan belum memiliki anak dari pernikahannya, bagiku, panggilan dan istilah-istilah tersebut terdengar menggoda dan nakal. Entah, aku yang terlalu sensitif atau norak dan ribet, entah memang sejarah mencatat bahwa istilah janda terkesan genit dan nakal.
Itulah sebabnya, bagiku istilah janda sendiri terdengar sangat menyakiti hati dan telinga. Aku lebih beranggapan bahwa memanggil seorang perempuan tanpa suami dengan sebutan ibu tunggal, single mom atau single parents terdengar sedikit lebih friendly dan menghargai perempuan. Tapi bagaimanapun juga, istilah janda dan menjadi janda di lingkungan konservatif agak sedikit mempersempit ruang gerak yang tidak perlu diambil pusing.
Mau apapun istilah yang dilabeli pada perempuan yang tidak mempunyai suami, baik karena ditinggal mati atau perceraian, istilah janda lebih akrab didengar daripada kata-kata &ldquo;preloved&rdquo; yang terdengar lebih sadis. Bagiku, istilah-istilah tersebut, menempatkan perempuan tanpa suami hanyalah sebagai objek belaka. Meskipun ditambahi dengan kata partner dibelakangnya, tetap saja preloved partner mengacu pada istilah bekas meski masih layak pakai.
Sungguh memilukan, istilah janda yang terdengar sarkas ditambah lagi dengan PR dan beban dengan sebutan preloved partner.
Istilah janda memang selalu menjadi sorotan, selalu ramai menjadi perbincangan, tak pernah habis tentangnya. Tapi, apapun sebutannya, seorang perempuan tanpa suami berhak memilih dan menjalani kehidupannya sendiri. Karena kehidupanmu adalah milikimu sendiri. Bukan milik siapapun apalagi milik para polisi moral. Berbesar hati mengijinkan mereka memberi label apapun untukmu. Tugasmu hanya hidup menujukkan bahwa label tersebut tak pernah menyurutkan langkahmu! ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Kupu-kupu Jauh Lebih Berbahaya Daripada Buaya: Waspada Perempuan Baik-baik Bisa Mudah Diperdaya! ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7835/kupu-kupu-jauh-lebih-berbahaya-daripada-buaya-waspada-perempuan-baik-baik-bisa-mudah-diperdaya</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-08-24T15:33:34+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7835/kupu-kupu-jauh-lebih-berbahaya-daripada-buaya-waspada-perempuan-baik-baik-bisa-mudah-diperdaya</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Kalian familiar dengan film K-Drama Nevertheless?
Semenjak film K-drama Nevertheless tayang, ramai diperbincangkan mengenai istilah &ldquo;kupu-kupu jauh lebih berbahaya daripada buaya&rdquo;. Keindahan kupu-kupu sangat mudah membuat seseorang tersihir. Siapa yang akan menyangka bahwa kupu-kupu yang indah, rupawan dan lembut bisa menyakiti orang lain. Berbeda halnya dengan tampang buaya yang sangar, garang, dan ganas. Orang akan sangat berhati-hati mendekati buaya. Hampir seperti itulah analoginya.&nbsp;
Setelah menonton film tersebut, aku hampir tercengang dibuatnya! Perempuan cantik seperti Yu Na-bi terjebak toxic relationship dan setelah berhasil keluar dari toxic relationship tersebut, masih saja dipertemukan dan naksir dengan seorang lelaki yang &ldquo;kelihatannya&rdquo; baik padahal gak banget, deh!&nbsp;
Menurut kamu, kenapa perempuan baik-baik, polos, dan lugu seperti Na-bi mudah diperdaya oleh lelaki? Setidaknya, ada beberapa point utama yang bisa kita ambil hikmahnya dari kepolosan Yu Na-bi.
1. Codependent relationship.
Di hubungannya yang pertama, Na-bi selalu mengorbankan keinginan dan kebutuhan dirinya sendiri demi menyenangkan mantan pacarnya meskipun Na-bi tidak mendapatkan investasi yang sama besar dari mantan pacarnya. Inilah sebuah pola hubungan yang menandakan kamu tidak mandiri alias dinilai tidak memiliki pendirian dan terlalu bergantung terhadap pasangan. Kamu bersedia melakukan apapun untuk pasangan, karena kamu meyakini bahwa sumber kebahagiaan kamu adalah pasanganmu.
2. Baru putus cinta, sudah membuka hati untuk yang baru.
Ketika baru saja putus cinta, masih ada luka yang masih belum kering. So, let it heal first! Jangan menyenggol luka yang msaih basah, alhasil tambah sakit dan bikin ngilu. Bahkan, tanpa kamu sadari, akan menambah panjang proses penyembuhannya.&nbsp;Mulailah jalani hubungan yang baru setelah kamu merasa siap, tidak perlu tergesa-gesa karena kamu tidak sedang dikejar oleh apapun.
3. Love Bombing
Jika perjalanan cinta kamu terasa terlalu intens dan cepat, hati-hati jika hubungan tersebut adalah manipulasi love bombing. Love bombing merupakan kondisi saat seorang pasangan membombardir pasangannya dengan hadiah, perhatian, kasih sayang, dan pujian. Pada awalnya, semua mungkin tampak sempurna, kamu merasa istimewa, dibutuhkan, dicintai, dan juga merasa berharga. Namun, tanpa kamu duga, kemudian hubungan kamu berubah menjadi sesuatu yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya.&nbsp;
4. Menghiraukan signal atau pertanda RED FLAG
Sangat penting untuk berpikiran terbuka dan tidak termakan cinta buta ketika kita mulai berkencan dengan seseorang. Sebab, ada beberapa red flag atau bendera merah yang sebenarnya menandai perilaku pasangan kita mulai terlihat kurang baik dan kita perlu mengakhiri hubungan tersebut.&nbsp;Jika dalam kisah hubungan Yu Na-bi, menunjukkan bahwa Park Jae eon tidak ingin melabeli hubungan setelah beberapa bulan berkencan. Hal tersebut menandakan kurangnya komitmen dari salah satu pasangan. Selain itu banyak pertanda Red Flag lainnya yang Na-bi hiraukan dari hubungannya dengan Jae Eon.
Jadi, semirip apa kamu dengan Na-bi?&nbsp;Cantik? Iya!Baik? Iya!Berbakat? Bisa jadi!Pengertian? Banget!Tapi ko, masih saja sering disakiti?Setelah paham beberapa kesalahan di atas, kupu-kupu atau buaya sudah tidak penting lagi. Karena yang membuat kamu bertemu dengan lelaki yang tepat adalah dirimu sendiri.&nbsp; ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Pendekatan atau PDKT lebih Asyik dengan mulai Mencintai Diri Sendiri: Mengenali dan Memahami Keberhargaan Diri ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7694/pendekatan-atau-pdkt-lebih-asyik-dengan-mulai-mencintai-diri-sendiri-mengenali-dan-memahami-keberhargaan-diri</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-07-30T19:41:21+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7694/pendekatan-atau-pdkt-lebih-asyik-dengan-mulai-mencintai-diri-sendiri-mengenali-dan-memahami-keberhargaan-diri</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Agar pasangan yang sedang kita dekati balik suka sama kita merupakan suatu PR yang susah-susah gampang, ya. Pasalnya, masa pendekatan dengan&nbsp;pasangan&nbsp;adalah periode yang menyenangkan sekaligus mendebarkan. Bagaimana tidak, salah-salah jurus sedikit bisa menyebebkan hal rumit kemudian. Pasangan bisa jadi il-feel dan menjauh. Tapi gak perlu khawatir, jika kamu tau rumusnya, hal tersebut bisa diminimalisir.
Kebanyakan orang bilang, mudah disukai itu faktor lucky. Bahkan kebanyakan orang bilang, jadi pribadi yang mudah disukai itu adalah bawaan dari lahir. Fakta atau Mitos sih??? Karena, sebenarnya tidak seperti itu konsepnya. Perlu diyakini bahwa attraction atau daya tarik itu bisa dibentuk atau dibangun, bukan gift atau bawaan dari lahir. Ganteng doang tapi gak menarik, kan bisa sangat membosankan ya. Sebenarnya, untuk menarik perhatian pasangan, tak berarti harus mendekatinya secara agresif. Terus dihajar, baku hantam sampai pasangan balik suka sama kamu. Memang, akan lebih mudah jika pasangan juga membuka diri sehingga pendekatan atau PDKT bisa berjalan dengan lancar. Tapi, jika pasangan tidak merespon dan malah bersikap acuh, maka, biarkan saja itu berlalu. Tak perlu susah payah, ribet-ribet berjuang mati-matian agar dia mau. Bukan seperti itu cara mainnya dalam PDKT. Jika kamu paham dimana posisi kamu saat ini. Kamu mengenali dan memahami bahwa kamu berharga, jika dia mengacuhkanmu, dia tidak responsif maka dia tidak menghargai kamu. Kalau dia tidak menghargai kamu, untuk apa kamu terus hajar mendekatinya. So, stop! Just let it go kalau dia tidak merespon kamu dengan baik. Dalam fase ini, fase PDKT, SAMA SEKALI TIDAK ADA PERASAAN CINTA YANG TERLIBAT. No Baper! Fase PDKT adalah fase dimana kamu melakukan seleksi, eliminasi, kemudian resepsi. Makanya, penting juga untuk memahami tentang konsep multi gebetan pada saat PDKT (konsep yang diambil dari kelascintacom).
Selain itu, ilmu berbesar hati, mengakui bahwa tidak ada cara yang bisa menjamin seluruh orang di dunia akan jatuh cinta padamu, bisa mengurangi rasa kecewa kamu karena baper. Tapi ada cara lain juga untuk mensiasatinya, ko. Lalu bagaimana, sih supaya PDKT bisa berjalan mulus? Supaya orang baru yang datang tidak hanya datang dan pergi. Tapi juga bisa menetap di hati.
Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menjadi orang yang pintar bertanya. Biar apa? Biar gak kriiuuk. Biar ada topik, pembahasan, dan obrolan. Hanya saja, tetap pada pertanyaan yang berada sesuai jalurnya. Tetap pada batasannya. Untuk masa PDKT, perkenalan cukup di permukaannya saja, jangan terlalu menyelam sampai dalam apalagi sampai dasar. Dan perlu dipastikan untuk tidak memaksa pasangan agar menjawab setiap pertanyaanmu. Kamu dan pasanganmu, berhak menentukan sejauh mana perkenalan itu perlu dilakukan. Kamu cukup perlu menunjukkan ketertarikan kamu. Dan perlu kamu pastikan juga bahwa dia pun tertarik padamu.
Selain itu, tidak perlu terlalu terburu-buru, kamu harus bisa membangun kepercayaan. That&rsquo;s! Point yang kedua adalah bangun kepercayaan dengan pasangan. Karena, jika dia sudah percaya, maka sudah terpecah benteng yang dia buat tinggi-tinggi sebagai penghalang diantara kalian. Kepercayaan adalah koentji untuk memulai sebuah hubungan. Kamu dapat mulai membangun kepercayaan tersebut dengan menemukan banyak kesamaan antara kamu dan dirinya. Hubungan kalian akan lebih terasa intimate jika banyak kesamaan diantara kalian.
Sebelum memulai hubungan dengan melakukan PDKT, kamu bisa mulai untuk mencintai diri sendiri. Dengan mencintai diri sendiri, kamu bisa menonjolkan daya tarik kamu atau pesona kamu. Kamu bisa menghargai dan mencintai diri sendiri dengan mengekspresikannya melalui kegiatan positif. Dengan "berinvestasi" pada diri sendiri, melakukan banyak hal positif, bisa membuat kamu semakin menarik di mata pasangan. Ini karena pasangan kamu bisa melihat energi dan gairah positif yang terpancar darimu.
So, love your self first, before fall in love! ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Syarat dan Ketentuan Berlaku untuk Kamu yang Masih Belum Bisa Move On: Mantan, Yakin Masih Bisa di Daur Ulang? ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7571/syarat-dan-ketentuan-berlaku-untuk-kamu-yang-masih-belum-bisa-move-on-mantan-yakin-masih-bisa-di-daur-ulang</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-07-10T14:06:18+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7571/syarat-dan-ketentuan-berlaku-untuk-kamu-yang-masih-belum-bisa-move-on-mantan-yakin-masih-bisa-di-daur-ulang</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Saat mendengar kata mantan, apa yang terbesit di benak kamu? Perasaan apa yang muncul, benci atau rindu?
Bagi sebagain orang pasti ada perbedaan dalam menyikapi perihal mantan ini, ya. Apapun sikap yang kamu ambil, gak ada yang salah.
Meski sudah putus, beberapa orang masih saja menyimpan perasaan pada mantannya. Seperti yang sudah di bahas dalam artikel sebelumnya, banyak point plus jika kamu memutuskan untuk kembali lagi dengan mantan. Namun, sebelum memutuskan untuk kembali lagi dengan mantan, kamu harus pahami dulu syarat dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan pertimbangan apakah kamu benar-benar yakin untuk kembali dengan si mantan. Karena jangan sampai, setelah kembali lalu penyesalan kedua muncul lagi menyeruak dalam hatimu. Kamu harus memastikan apakah kamu siap kembali dengan orang yang sama. Jangan sampai perasaan rindu dan perasaan seolah-olah dia adalah the one membuatmu lagi-lagi kehilangan logika. Meski memang banyak yang mengatakan bahwa cinta tak ada logika, tapi sejatinya perasaan tersebut harus kamu tepis agar perasaan kamu benar-benar valid untuk membangun hubungan kembali dengan si mantan supaya lebih baik. Bukan hanya karena emosi perasaan sesaat. Jangan sampai, kamu kembali kepada mantan hanya karena kamu merasa needy, merasa bahwa tanpanya kamu tidak bisa hidup. That&rsquo;s bullshit statement! Sebelum ada dia, kamu bisa hidup dengan baik, maka seharusnya, jika saat ini kamu harus hidup tanpa dia kembali, kamu akan bisa terus melanjutkan hidup. Dunia kamu tidak akan benar-benar berakhir hanya karena dia pergi dalam hidup kamu. Kamu harus belajar menjadi seseorang yang mandiri. Belajar how to be single. Jadi, berikut ini point-point penting yang harus kamu pastikan jika kamu memang sudah siap kembali lagi dengan mantan.
1. Kamu harus meyakinkan diri dan meyakinkan alasan apa yang menjadi dasar kamu ingin kembali dengannya. Jika dengan kembali padanya bisa membuat hidup kamu lebih baik dan lebih positif, jika keberadaannya membawa dampak baik dalam kehidupanmu, tak ada alasan lain untuk tidak kembali kepadanya. Tapi jika sebaliknya, perlu dipastikan kembali apa yang menjadi dasar alasan kamu ingin balikan lagi dengannya. Bukan karena alasan tentang perasaan yang klise semata.
2. Apakah penyebab hubungan kamu berakhir sebelumnya dikarenakan oleh alasan yang bisa ditoleransi atau tidak. Jika kesalahan yang dilakukan pasangan kamu terlalu fatal seperti kekerasan fisik, perselingkuhan, drugs atau sebagainya, maka hal tersebut termasuk ke dalam persoalan besar. Jangan dianggap sepele dan jangan sampai kamu kembali menerimanya hanya karena kamu berpikir bahwa kamu tidak bisa melakukan apapun tanpanya. Tapi, jika persoalan perpisahan kamu termasuk ke dalam persoalan ringan, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan kembali bersamanya.

3. Sebelum benar-benar kembali, sebaiknya take your time untuk sama-sama saling mengembangkan diri. Kamu bisa sama-sama menjalin relationship yang baru dengan pasangan yang baru, untuk menguji seberapa dewasa atau tidak dewasanya diri kamu. Atau menguji apakah kamu masih melakukan kesalahan yang sama atau tidak. Sebagai bahan perbandingan. Syukur-syukur kalau ternyata pasangan yang saat ini sedang menjalin hubungan denganmu adalah jodohmu, jadi kamu tidak perlu menjalani kisah rumit untuk balik lagi sama mantan. Tapi, jangan jadikan pasangan kamu yang saat ini sebagai pelarian atau kelinci percobaan, ya. That&rsquo;s not true. Bukan begitu maksudnya.
Selain itu, kamu juga bisa mengembangkan skill atau potensi diri. Melakukan hal-hal yang tidak bisa kamu lakukan saat masih memiliki pasangan. Kamu bisa mencapai titik karier atau skill tertentu. Setidaknya, tidak perlu buru-buru mengambil keputusan untuk kembali dengan mantan.
Mencari cara balikan sama mantan, merupakan salah satu indikasi bahwa kamu belum bisa move on. Tapi, alangkah sangat bijaksana jika kamu memberikan waktu untuk sama-sama saling menenangkan diri. Dan sama-sama untuk saling memberikan ruang. Ada baiknya, kamu perlu untuk rehat sejenak, ambil jeda untuk diri sendiri. Seiring dengan waktu serta komunikasi yang lebih baik, bukan berarti menjadi langkah yang tak mungkin kamu dan mantan akan bisa kembali menjadi pasangan.
Waktu diperlukan untuk menenangkan diri sejenak dan untuk mengelola emosinya. Bukan tanpa tujuan, memberi sedikit waktu setelah putus untuk balikan berguna untuk menenangkan kondisi masing-masing. Jangan terburu-buru minta balikan dengan mantan. Terburu-buru hanya akan membuat hasilnya tidak akan maksimal. Dalam jeda waktu ini, setidaknya kamu bisa merenungkan kesalahan-kesalahan dan memberi ketenangan untuk mantan. Selama ada jeda waktu tersebut, kamu bisa mengingat-ingat kembali kesalahan-kesalahan besar yang kamu pernah lakukan dengan dirinya.
Well, kembali lagi dengan mantan atau tidak adalah pilihan kamu. Setiap pilihan mengandung subkonfliknya masing-masing. Selama hatimu yakin bahwa dia yang terbaik dan dia menunjukkan sisi yang lebih baik, tidak ada salahnya buat kamu untuk mempertahankan dan memperbaiki hubungan kamu. Tapi, jika yang terlihat adalah sisi sebaliknya, just forget it and let it go. MOVE ON! ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Balikan Sama Mantan: "Ngapain Balikan Lagi? Sama Saja Kayak Kamu Baca Buku yang Udah Tau Endingnya Bakal Seperti Apa!" ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7553/balikan-sama-mantan-ngapain-balikan-lagi-sama-saja-kayak-kamu-baca-buku-yang-udah-tau-endingnya-bakal-seperti-apa</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-07-06T21:02:01+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7553/balikan-sama-mantan-ngapain-balikan-lagi-sama-saja-kayak-kamu-baca-buku-yang-udah-tau-endingnya-bakal-seperti-apa</guid>
        <description>
            <![CDATA[ Balikan Sama Mantan: "Ngapain Balikan Lagi? Sama Saja Kayak Kamu Baca Buku yang Udah Tau Endingnya Bakal Seperti Apa!" ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Setiap orang memiliki cara hidup dan cara pandang masing-masing dalam mengambil suatu keputusan. &nbsp;Terlebih jika mendapat pertanyaan, &ldquo;Manakah yang akan kamu pilih diantara balik lagi sama mantan atau cari lagi yang baru?&rdquo;&nbsp;Mau memilih balik lagi sama #mantan atau cari lagi yang baru sebenarnya sah-sah saja. Meski banyak yang berprinsip bahwa mantan, ya, mantan! Tidak untuk di daur ulang. Selalu ada sisi negatif dan sisi positif ketika kita memilih untuk balikan dengan mantan. Mungkin yang kamu sering dengar adalah, "Ngapain balikan lagi sama mantan? Sama aja kayak kamu baca buku yang udah tau endingnya bakal seperti apa."
Baca Juga :&nbsp;Lagi Heboh di Medsos, Kenapa Sih Ada Orang yang Suka Ghosting?
Meski kerap kali demikian, ternyata balikan sama mantan ada baiknya juga. Asal dengan catatan, alasan kalian putus bukan karena kesalahan fatal yang sudah tidak bisa lagi ditoleransi, misalnya adanya kekerasan atau orang ketiga. Pada situasi seperti ini, kamu bisa menggunakan jiwa overthinking kamu untuk mengevaluasi apakah kamu dan si dia masih bisa kembali lagi merajut asmara atau tidak.Misalnya kemungkinan-kemungkinan seperti:&bull; apa memang masalah yang kami hadapi mampu untuk diatasi dengan baik?&bull; apakah kami mampu mengurangi ego dan tak akan menyerah pada keadaan?&bull; apakah hubungan kami nantinya setelah balikan akan makin baik atau buruk?&bull; apakah saya dan dia akan menjadi pribadi yang lebih baik lagi apabila terus bersama?Dan beragam pertanyaan-pertanyaan lain yang bisa kamu buat list nya sendiri.
Nah, setelah berbagai faktor kemungkinan di atas telah didapatkan. Dan ternyata semua jawaban bisa meguntungkan dan mengarah ke jalur yang lebih baik. Kamu bisa ambil langkah untuk kembali lagi bersama si dia.&nbsp;Kira-kira apa saja, sih, keuntungan yang bisa kamu dapat dengan memutuskan rujuk dan kembali dengan si dia? Berikut diantaranya:
1. Sudah saling tahu dan mengerti karakter masing-masingSaat memiliki pacar baru, semua diawali lagi dari nol. Mulai dari kenalan, bertanya hal-hal remeh seperti apa makanan favoritmu, apa hobi kamu, dsb. Hal tersebut membuat kamu harus mulai mendalami lagi karakter pasanganmu, lain halnya jika kamu balikan lagi sama mantan. Tidak banyak penyesuaian yang perlu kamu lakukan. Jika sudah hilang rasa canggung dan sudah kembali nyaman, hubungan kalian akan berjalan lebih menyenangkan seperti dulu.

2. Berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang samaSetelah mengambil keputusan untuk mulai menjalani kembali hubungan yang telah kandas sebelumnya, tentu kalian akan sama-sama menyadari betul bahwa kesalahan yang pernah terjadi tidak boleh sampai terulang kembali. Oleh karena itu, sebaiknya hubungan lalu dijadikan sebagai dasar acuan untuk menghindari kesalahan yang sama. Juga, penting pula untuk berhati-hati dalam menjaga sikap agar tidak melukai pasangan untuk kedua kalinya.3. Lebih saling memahami keinginan satu sama lainSetelah belajar dari kesalahan di masa lalu, tentunya sekarang kalian bisa lebih saling memahami keinginan pasangan satu sama lain. Komunikasi bisa jadi akar untuk memecahkan segala macam persoalan. Apalagi diiringi dengan komunikasii hati ke hati. Dengan begitu, timbulnya masalah bisa jadi lebih diminimalisir.4. Kamu bisa jadi diri sendiri di hadapannyaKamu bisa menjadi dirimu sendiri di depan dia tanpa harus ditutup-tutupi, tidak perlu lagi jaga image agar si dia tidak ilfeel melihat sisi burukmu. Karena tentu saja dia sudah lama tahu semuanya. Jadi, kamu bisa menjadi dirimu sendiri senyaman mungkin saat bersamanya.&nbsp;5. Berpikir sekian kali Ketika akan berpisah lagiSetelah berpisah dan kembali merajut asmara, tentu kalian akan lebih menghargai kesempatan kedua tersebut. Jika seandainya, hubungan kalian kembali berada di ambang perpisahan, sudah bosa dipastikan bahwa kalian akan memikirkannya matang-matang karena mungkin tidak akan adalagi kesempatan ketiga dan seterusnya.
Bagaimana menurut kamu? Meski kamu berpikir ada sisi baik yang bisa diperoleh dari balikan sama mantan, tak menjamin bahwa hubungan yang kembali kalian bina akan berakhir indah hingga ke jenjang hubungan tertinggi atau pernikahan. Justru, Ketika memutuskan untuk kembali lagi dengan mantan, perlu dipastikan bahwa kamu kembali di waktu dan situasi yang tepat. Alangkah lebih bijaknya jika kamu mengambil jeda untuk memutuskan kembali. Lebih lengkapnya, nantikan di artikel selanjutnya, ya, syarat kamu boleh balikan lagi sama mantan.Well, semua keputusan balik lagi sama kamu. Kamu pemeran utama dalam hidupmu. ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Disfungsi Keluarga Membentuk Pemikiran: Bagaimana Cara Menerima Keadaan Tanpa Membenci Kehidupan ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7512/disfungsi-keluarga-membentuk-pemikiran-bagaimana-cara-menerima-keadaan-tanpa-membenci-kehidupan</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-06-29T11:02:34+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7512/disfungsi-keluarga-membentuk-pemikiran-bagaimana-cara-menerima-keadaan-tanpa-membenci-kehidupan</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ "Keluarga tempat dimana cinta dan relasi perdana individu tumbuh berkembang. Kadang tak sempurna bahkan disfungsional. Hingga meninggalkan luka #emosional dan psikologis. Namun, dengan pemahaman mendalam tentang keluarga dan individu yang ada didalamnya, setiap orang akan tumbuh menjadi manusia yang lebih baik. Your family doesn't have to predict your future!" Begitu tutur #Roslina Verauli, M.Psi.,Psi selaku Clinical Child, Adolescent, &amp; Family Psychologist.
Keluarga merupakan salah satu bagian unit sosial terkecil dalam bermasyarakat. Bagi kebanyakan orang, keluarga menjadi pondasi yang kuat bagi perkembangan karakter seorang anak. Keluarga juga memberikan pengaruh yang menentukan watak dan kepribadian seorang anak. Dalam keluarga, anak mendapat rangsangan, hambatan, atau pengaruh-pengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Namun, bagaimana dengan keluarga yang tidak menjalankan kedudukan atau tugas sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing. Sehingga tidak dapat berjalan dengan normal sebagaimana mestinya atau dikenal dengan istilah disfungsi keluarga. Hal ini tentu akan mempengaruhi keutuhan keluarga sebagai sebuah sistem.
Disfungsi yang terjadi dalam keluarga bisa berdampak buruk terhadap kepribadian anak-anak. Apalagi anak-anak yang mau menginjak usia dewasa atau remaja, namun disfungsi pada keluarga tidak menjamin atau tidak bisa memperdiksi bagaimana kehidupan akan membentuk masa depan dari seseorang. Anak yang tumbuh dan berkembang dalam kondisi keluarga yang kurang baik atau disfungsional, tidak serta merta kehidupan masa depannya menjadi buruk atau suram. Begitupun sebaliknya.
Dsifungsi keluarga bisa mengakibatkan terjadinya kondisi Broken home. Willis (2015) menjelaskan bahwa broken home diartikan sebagai keluarga yang retak, yaitu kondisi hilangnya perhatian keluarga atau kurangnya kasih sayang dari orangtua yang disebabkan oleh beberapa hal. Broken home dapat dilihat dari dua aspek, yaitu keluarga yang terpecah karena strukturnya tidak utuh sebab salah satu dari anggota keluarga meninggal atau telah bercerai. kedua, orangtua yang tidak bercerai, tetapi struktur keluarga itu tidak utuh lagi karena ayah atau ibu sering tidak menjalankan fungsi dan perannya masing-masing.

Menjadi anak dari keluarga yang broken home tidak selalu buruk. Tidak menutup kemungkinan latar belakang keluarga broken home tersebut dapat dipandang dari sisi yang lebih positif. Ada hikmah yang dapat diambil sebagai motivasi bagi penyintas broken home untuk menjadi individu yang lebih positif. Sikap mandiri yang tercipta karena tuntutan beradaptasi dengan keadaan hidup yang harus dijalani tanpa perhatian utuh. Sikap kedewasaan biasanya muncul pada diri penyintas keluarga broken home karena terbiasa menghadapi masalah sendiri dan bertanggungjawab atas dirinya sendiri.
Berdasarkan hasil penelitian Mohi (2015), menemukan banyak anak yang mengalami efek positif setelah perceraian dan hasil tersebut tergantung pada berbagai faktor keluarga dan sosial yang membentuk pengalaman perceraian. Bagaimana peran dan fungsi dapat tergantikan atau dapat diperoleh dari bagian anggota keluarga yang lainnya sehingga posisi kosong yang tidak pernah dirasakan oleh anak dapat diperoleh dari bagian anggota keluarga yang lainnya. Seperti kakek atau nenek, paman atau bibi, saudara laki-laki atau saudara perempuan dsb.
Orangtua bercerai bukanlah akhir dari segalanya Sebuah keluarga tidak harus terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Nabi Isa AS tidak memiliki seorang ayah, masih ada ibu atau ayah dirumah, juga ada anggota keluarga lain yang mengisi kekosongan dan kehausan Anda akan kasih sayang. Mereka semua menyayangi Anda. Keluarga Anda mungkin memang sudah tidak utuh, namun jangan pernah ragukan keinginan untuk mengajar cita-cita harus tetap teguh. Perceraian orang tua seharusnya membuat kita tersadar, bagaimana cara menerima keadaan tanpa membenci kehidupan.
Selamat Hari Keluarga Nasional! ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Apakah Anda atau Pasangan Anda adalah Manipulator? Deteksi dan Kenali dengan Benar Ciri-ciri Perilaku Manipulatif dalam Sebuah Hubungan ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7454/apakah-anda-atau-pasangan-anda-adalah-manipulator-deteksi-dan-kenali-dengan-benar-ciri-ciri-perilaku-manipulatif-dalam-sebuah-hubungan</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-06-19T10:51:28+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7454/apakah-anda-atau-pasangan-anda-adalah-manipulator-deteksi-dan-kenali-dengan-benar-ciri-ciri-perilaku-manipulatif-dalam-sebuah-hubungan</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Dalam sebuah ikatan hubungan atau kedekatan dengan seseorang, apakah Anda merasakan ketenangan dan kenyamanan? Atau sebaliknya, Anda justru merasakan lelah dan penat?
Perlu dipastikan bahwa Anda tidak sedang menjalani hubungan dengan pasangan yang manipulatif. Perilaku #manipulatif dapat kita temukan dalam ruang lingkup yang luas. Tidak hanya dalam hubungan asmara, bisa jadi dalam hubungan #profesionalisme dunia kerja dsb. Namun, biasanya perilaku manipulatif sulit di prediksi karena bersifat halus dan seringkali luput dari perhatian. Terlebih lagi dalam hubungan asmara, biasanya orang yang sedang dimabuk cinta, melihat segala sesuatu dengan kacamata berwarna merah muda sehingga sulit membedakan mana yang realistis dan mana yang manipulatif. Aspek manipulatif seringkali tersembunyi di balik perasaan tanggung jawab, cinta, atau kebiasaan. Sehingga samar dan sulit dikenali.
Manipulatif sendiri merujuk pada suatu usaha untuk memengaruhi perilaku atau tindakan orang lain secara tidak langsung. Manipulatif bersifat mengendalikan orang lain untuk memperoleh hasil yang diinginkan.
Sekarang coba lihat sekilas kisah perjalanan asmara Anda. Apakah pasangan Anda termasuk pasangan yang manis, hangat, atau romantis? Apakah itu berlangsung hingga sekarang atau hanya diawal pertemuan atau pendekatan saja? Hati-hati jangan sampai sumber kehangatan tersebut hanyalah kedok semata. Kenali jika dia mau dengan sukarela menarik pertemanannya demi kamu, dia membuat panggilan sayang yang terlalu cepat untukmu, dia chat kamu secara nonstop, dia ingin kamu segera mengenalkannya dengan kenalanmu atau keluargamu, semua sosial medianya berisi tentangmu, hingga pada akhirnya dia sampai dipuncak keinginannya untuk mengendalikanmu. Bisa jadi dia mengajakmu berhubungan yang lebih intim dari sekedar hubungan biasa sebelum menikah, atau dia tiba-tiba memegang kendali atas seluruh keuangan tanpa adanya kesepakatan, atau perilaku kendali lainnya yang tanpa Anda sadari tiba-tiba dia kuasai tanpa adanya persetujuan antara kamu dan dia.
Berbagai macam lompatan yang terlalu lebar, bisa jadi lompatan yang tidak sehat. Dan bisa jadi signal bahwa sebenarnya hubungan yang kalian jalani sedang dibumbui dengan romantika manipulatif. Dalam menjalani hubungan, apapun kondisinya diperlukan suatu proses dan tahapan demi tahapan.
Perilaku manipulatif biasanya memiliki motif terselubung atas suatu tindakan yang dilakukannya. Secara tidak langsung, perlu ada imbalan atas apa yang sudah dikorbankan dan diperjuangkannya. Deteksi ciri manipulatif sebelum Anda benar-benar dikendalikan atau dikuasai oleh pasangan Anda. Kenali potensi hubungan Anda agar tidak terjerumus dalam hubungan manipulatif. Berikut ciri-ciri manipulatif:

1. Enggan mengakui kesalahan
Manipulator sejatinya adalah pembohong ulung. Dia tidak akan merasa sedikit pun bersalah setiap kali melakukannya. Meskipun kesalahannya sudah jelas, bahkan kamu menyaksikan dan membuktikannya sendiri, dia enggan mengakui kesalahannya dan tidak mau mengakui sehingga selalu mencari alasan sebagai pembenaran. Tidak jarang dia terus menerus memberi sugesti kepadamu bahwa semua itu hanya ada dalam bayanganmu saja sehingga akhirnya kamu malah meragukan atau menyalahkan dirimu sendiri.
2. Ucapannya tidak sesuai dengan tindakannya
Si manipulator perasaan akan mengatakan "apa yang ingin kamu dengar", tetapi bersikap berlawanan dengan kata-kata manisnya. Setiap kata-kata yang keluar dari mulut manisnya, selalu diikuti pula dengan seribu alasan agar bisa menghindar atau menyangkal.
3. Memanfaatkan perasaan bersalahmu
Manipulasi selalu dimulai dengan rasa bersalah. Jika pasangan berhasil meyakinkan bahwa Anda bersalah atas tindakan Anda (bahkan ketika Anda tidak melakukan kesalahan apa pun), ia tahu Anda akan bersedia melakukan apa yang ia katakan. Ia tampak seperti pasangan yang penuh kasih tetapi sebenarnya rasa bersalah bukanlah cinta. Manipulator juga akan membuat Anda percaya bahwa mereka mencintai Anda dan membuat Anda seolah merasa dicintai.
4. Seringkali menempatkan dirinya sebagai korban atau playing victim
Seorang manipulator juga umumnya sangat sering memanipulasi atau memutarbalikkan fakta. Ia biasanya sangat pAndai dalam&nbsp;berbohong, membuat alasan, menahan informasi penting, atau sering kali menyalahkan korban jika ada suatu hal yang terjadi ( #victim-blaming ). Dengan begitu, Anda akan merasa terpojok dan ia bisa lebih berkuasa daripada Anda.
5. Memberikan sesuatu demi mendapatkan imbalan
Pertimbangkan apakah kebaikannya bersyarat.&nbsp;Mungkin dia bersikap manis dan baik jika Anda mengerjakan sesuatu dengan cukup baik, tetapi akan berubah ganas jika Anda melakukan kesalahan. Manipulator jenis ini tampaknya bermuka dua, sisi yang satu seperti malaikat ketika ingin disukai dan satunya lagi menyeramkan bila ingin ditakuti. Kemudian Anda merasakan seperti berjalan di ujung tanduk, takut membuat dia marah. Semua tampak baik-baik saja sampai Anda mengecewakan harapannya.
6. Menjadikan kelemahanmu sebagai senjata
Mereka menunjukkan kelemahan Anda, lalu menunjukkan kepada Anda bahwa dengan bantuan mereka, Anda dapat menjadi lebih baik. Mereka berusaha meyakinkan Anda bahwa mereka memikirkan yang terbaik untuk Anda, padahal sebenarnya tidak. Mereka akan memutarbalikkan pemikiran Anda sehingga Anda selalu meminta bantuannya dalam segala hal.
7. Melakukan manipulasi emosi
Ingin tahu kenapa dia begitu mudah memanipulasi? Karena dia membawa Anda ke titik di mana Anda tidak lagi mempercayai diri sendiri. Benar, manipulator mengambil rasa tidak aman Anda dan menggunakannya untuk melawan Anda. Mereka secara konsisten menunjukkan mana yang baik atau mana yang buruk, mana yang seharusnya atau tidak seharusnya Anda lakukan. Sehingga Anda mudah untuk dia kontrol.
Terus-terusan berinteraksi dengan seorang manipulator dapat membuat Anda merasa buruk, bodoh, dan rendah. Meski kenyataannya tidaklah begitu, Anda bisa meyakini hal tersebut akibat manipulasinya.
Nah, itu dia beberapa ciri dari hubungan manipulatif. Kalau pasanganmu punya ciri-ciri di atas, kamu patut waspada. Lama-kelamaan, kamu bisa terjebak dalam hubungan&nbsp;toxic.
&nbsp; ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Percaya atau Tidak, Hukum Tanam Tuai atau Hukum Karma Berlaku di Dunia? ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7441/percaya-atau-tidak-hukum-tanam-tuai-atau-hukum-karma-berlaku-di-dunia</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-06-15T07:56:42+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7441/percaya-atau-tidak-hukum-tanam-tuai-atau-hukum-karma-berlaku-di-dunia</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Nusapos.com- Percaya atau tidak, ada sebuah hukum yang berlaku di dunia ini. Hukum tersebut berlaku sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing individu. Istilah Hukum #tanam-tuai sudah tak asing lagi kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Tanam tuai mengacu pada suatu balasan kejadian atas tindakan yang pernah kita lakukan di masa lampau. Baik itu tindakan baik atau pun tindakan buruk. Segala sesuatu yang kita perbuat memiliki sebab dan akibat. Tidak akan ada reaksi bila tidak ada aksi. Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Begitu ungkapan peribahasa Indonesia.
Istilah yang lebih tak asing tentang hukum tanam tuai, yang seringkali kita dengar dalam bahasa pergaulan anak muda adalah istilah karma. Karma sendiri berasal dari bahasa sanksekerta yang artinya perbuatan. Karma adalah suatu perbuatan yang dapat membuahkan hasil, dimana perbuatan baik akan menghasilkan kebahagiaan dan sebaliknya perbuatan jahat juga akan menghasilkan penderitaan atau kesedihan bagi pembuatnya. Namun, dalam khazanah islam sendiri, tidak ada istilah tentang #Hukum-karma . Tetapi ajaran Islam menyepakati jika tingkah laku buruk akan mengakibatkan sebuah keburukan juga.

Yang perlu kita sepakati, sesungguhnya hukum yang berlaku tersebut sebaiknya menuntun kita agar senantiasa berbuat baik dimana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun. Saat anda berbuat tidak baik atau menyakiti seseorang, maka anda sedang mendaftarkan diri anda untuk disakiti di waktu mendatang. Balasan tersebut bisa saja tidak hanya menimpa kepada anda. Bisa jadi kepada kakak, adik, saudara, atau keluarga anda. Tidak ada yang tahu pasti kebenaran akan hal tersebut. Karena hal tersebut termasuk menebak hal-hal ghaib.
Sesungguhnya kehidupan adalah suatu rantai yang berputar, dimana kebaikan dan keburukan seringkali kita temui dalam aktifitas sehari-hari. Siapa yang menggali lubang, maka dia harus siap untuk jatuh ke dalamnya. Menyadari betul bahwa semua hal akan saling berkait dan saling berhubungan satu dan lain halnya. Saat kita melakukan suatu keburukan, kita bisa saja bersembunyi dari keburukan dan kesalahan yang diperbuat, namun tidak dari penyesalan. Kita bisa saja bermain peran dalam drama yang kita jalani, tapi tidak dengan karma.
Untuk itu, kita sebagai umat manusia harus senantiasa berusaha berbuat baik. Setiap agama mempunyai ajaran dan kepercayaannya masing-masing. Namun, yang perlu diyakini, amalan-amalan perbuatan yang baik akan dibalas dengan segala sesuatu yang baik pula. Begitu juga sebaliknya.
&nbsp; ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Buah Hati, Penyejuk Hati, Jantung Hati Letaknya Bukan di Hati, Anak Milik dan Titipan Sang Pencipta ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7395/buah-hati-penyejuk-hati-jantung-hati-letaknya-bukan-di-hati-anak-milik-dan-titipan-sang-pencipta</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-06-07T06:38:58+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7395/buah-hati-penyejuk-hati-jantung-hati-letaknya-bukan-di-hati-anak-milik-dan-titipan-sang-pencipta</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Kehidupan di dunia ini hanya sementara. Sedih sementara, bahagia sementara. Miskin sementara, kaya sementara. Sempit sementara, lapang sementara. Sakit sementara, sehat sementara. Tidak ada yang kekal di dunia ini. Makhluk yang bernyawa akan mati, alam semesta pun bahkan akan hancur dihari kiamat nanti yang tidak pernah diketahui kapan datangnya. Maka, sungguh sangat bijak jika semua berada diposisi alakadarnya. Terlalu cinta pada dunia hanya akan membawa duka dan nestapa. Kesengsaraan dan penyesalan yang tiada berkesudahan.
Cinta dunia adalah suatu kondisi dimana seseorang terlalu mengagungkan kepemilikannya. Tidak menyadari bahwa semua yang dimilikinya di dunia hanyalah titipan dari sang Pencipta. Dan saat dunia sudah terlalu melekat dihati, maka tinggal menunggu sang Pencipta timpakan sesak, sakit, dan sedihnya sebuah kehilangan.
Seseorang yang meletakkan #dunia di bawah kakinya, menganggap bahwa dunia tidak lebih penting dari dirinya. Tidak lebih berharga dari dirinya, sehingga mampu diinjaknya. Ia menyadari betul bahwa dunia hanya sementara dan akhirat untuk selamanya, maka Ia tidak membiarkan #dunia memengaruhinya. Ia mengatur dunia menjadi sarana untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.
Seseorang yang meletakkan dunia dalam genggaman tangannya, menganggap dunia hanya titipan. Ia tidak akan melepasnya jika harus ditahan dan akan dengan mudah melepas jika memang harus dilepas. Ada dan tidak adanya dunia dalam genggaman, bukan lagi menjadi priorotasnya. Dan sedikitpun tidak akan memengaruhi kehidupannya.
Sementara, orang yang menyimpan dunia di dalam hatinya, meyakini bahwa dunia adalah miliknya, bukan titipan dari sang Pencipta. Sehingga Ia menjadi tamak dan rakus. Kebahagiaan dan kesedihannya sangat ditentukan oleh ada dan tidak adanya dunia. Dunia yang hilang, tapi hatinya yang sakit. Inilah hakikat cinta dunia.

Cinta dunia bisa meliputi apapun, selain penciptanya yang berada di hati. Mencintai apapun melebihi kecintaanya kepada sang Pencipta; bisa harta, tahta, pasangan, popularitas, anak, dan lain sebagainya. Segala sesuatu yang menjadikan sang pencipta selain orientasi hidup adalah bentuk cinta dunia, budak dunia.
Bagi orangtua, terutama seorang Ibu, kelahiran anak adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu. Saat anak lahir, dialah segalanya. Cinta Ibu membuncah semakin besar untuk anaknya, Ibu rela mengorbankan apapun untuk anak terkasihnya. Ungkapan kasih Ibu sepanjang masa memang tidak pernah salah dan sangat tidak asing lagi kita dengarkan. &nbsp;
Anak seringkali kita panggil sebagai buah hati, penyejuk hati, jantung hati, tapi letaknya bukan di hati. Menjaga selama 9 bulan 10 hari; mempertaruhkan jiwa dan raga saat melahirkan pelita hati kedunia; memberikan asi selama 2 tahun; merawat, menjaga, dan mengasihi selama balita. Lelah, kantuk, suntuk, sumpek, begadang, semua dilakukan demi sang buah hati. Meskipun Ibu yang melahirkan dan merawat; Ayah yang membiayai hingga besar, tetap saja, tidak akan Dia titipkan anak jika Dia tidak menghendakiNYA. Kecintaan kepada anak dapat membuat seseorang mengagung-agungkan anaknya. Maka sejatinya, jangan sampai anak menjadi boomerang untuk membuat Dia cemburu. Perjuangan dan pengorbanan tidak menjadikan anak yang dilahirkan menjadi milik kita. Dia tetaplah seorang makhluk yang dititipkanNYA untuk diajarkan untuk mencintai penciptaNYA.
Dunia memang penuh dengan tipu daya muslihat dan godaan. Hal tersebut bisa dengan sangat mudah membuat manusia terlena dan berlebihan dalam mencintai dunia, serta hanyut dalam kenikmatan yang sifatnya hanya sementara ini. ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Mengurai Dendam: Saling Memaafkan Di Momen Lebaran Memberikan Kesan Damai Untuk Kesehatan Diri ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7229/mengurai-dendam-saling-memaafkan-di-momen-lebaran-memberikan-kesan-damai-untuk-kesehatan-diri</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-05-20T07:38:44+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7229/mengurai-dendam-saling-memaafkan-di-momen-lebaran-memberikan-kesan-damai-untuk-kesehatan-diri</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Setiap orang pasti pernah #terluka atau memberikan luka kepada oran lain atas perbuatan atau perkataannya. Disakiti atau menyakiti memang dapat memberikan pengalaman yang tidak patut untuk dikenang dan seringkali menjadikan pengalaman yang traumatis. Rasa #sakit ini bisa jadi timbul karena beberapa persoalan dalam berbagai aspek kehidupan dan dapat terjadi dengan atau kepada siapapun. Misalnya persoalan antar anak dan orangtua, persoalan antar adik dan kakak, persoalan antar sepasang kekasih, antar relasi pertemanan atau rekan kerja, antar saudara, bahkan antar tetangga sekalipun. Semua tidak pernah luput dari persoalan dan kesalahan.&nbsp;
Luka-luka tersebut sangat mungkin membuat diri Anda mengalami perasaan marah, kesal, dan bahkan dendam. Ingatan yang membekas tentang luka atau rasa sakit tersebut tidak akan luntur dengan sendirinya jika Anda tidak mencoba untuk mengurai perasaan tersebut dan memaafkan. Jika terasa masih sulit untuk memaafkan, pahami bahwa memaafkan bukan berarti orang yang pernah melukai atau menyakiti Anda pantas untuk diberikan maaf, melainkan karena Anda pantas memberikan maaf untuk diri sendiri, untuk ketenangan dan kedamaian diri sendiri. Jika Anda membiarkan perasaan negatif menyingkirkan perasaan positif, Anda mungkin akan mendapati diri Anda ditelan oleh kepahitan atau ketidakadilan bagi diri Anda sendiri.&nbsp;
Pendapat orang mengenai pengertian memaafkan bisa jadi berbeda-beda. Namun, secara umum, perihal memaafkan ini melibatkan keputusan untuk membebaskan rasa benci dan pikiran untuk balas dendam. Tindakan yang menyakiti atau menyinggung Anda mungkin akan selalu ada dalam ingatan Anda, tetapi memaafkan dapat mengurangi jeratannya dan membantu melepaskan Anda dari kendali orang yang menyakiti Anda. Memaafkan bukan berarti Anda harus melupakan tindakan orang lain yang menyakiti Anda atau berbaikan dengan orang yang menyebabkan kerugian tersebut. Inti dari memaafkan adalah melepas dendam dan kepahitan yang bisa mendatangkan perasaan damai dan tenang, juga untuk membantu Anda melanjutkan hidup.&nbsp;
Meskipun mungkin orang yang mendatangkan kerugian untuk diri Anda tidak pernah datang untuk meminta maaf dan tidak tampak adanya perasaan bersalah atau menyesali, tetaplah berikan maaf. Karena memaafkan berarti menawarkan kebaikan. Terlepas dari itu, saat memutuskan untuk memaafkan, kelola ekspektasi Anda. Kesalahan yang dibuat oleh orang lain ataupun kita bisa jadi merusak hubungan yang telah terjalin. Beberapa dari mereka menganggap bahwa memaafkan bisa mendatangkan manfaat baik untuk tetap terjalinnya hubungan yang utuh. Sayangnya, tidak demikian. Memaafkan, ataupun meminta maaf kepada orang lain, tidak menjamin hubungan akan kembali seperti sediakala. Terlebih, jika salah satu pihak menolak untuk menghentikan komunikasi dan membuat setting boundaries. Tidak berekspektasi adalah jalan untuk &ldquo;memproteksi atau menjaga&rdquo; diri sendiri dari rasa sakit yang muncul jika sesuatu yang diharapkan tak bisa terjadi.&nbsp;

Orang yang bisa memaafkan orang lain cenderung lebih mudah untuk memaafkan diri sendiri. Kesalahan yang dilakukan orang lain tidak membuat diri Anda menjadi tidak berharga. Pahami bahwa setiap orang memiliki ketidaksempurnaan dalam hidupnya dan tak ada yang salah dengan itu. Daripada terus larut dan terus menyesalinya, Anda bisa membuat daftar hikmah yang bisa dijadikan pelajaran untuk bekal perjalanan hidup di masa mendatang.
Dilansir dari Mayo Clinic dalam Kompas, melepaskan dendam dan kepahitan dapat membuka jalan bagi kesehatan dan ketenangan pikiran yang lebih baik. Berikut ini adalah beberapa manfaat memaafkan, yaitu memiliki hubungan yang lebih sehat bersama orang lain, meningkatkan kesehatan mental, megurangi kecemasan atau stress, juga dapat meningkatkan sistem imun. Selain itu, manfaat memaafkan juga dapat membantu Anda membangun rasa keberhargaan diri (self-esteem) dan mengubah persepsi mengenai diri sendiri. Melihat banyaknya manfaat tersebut, saling memaafkan tentunya perlu dipraktikkan setiap hari di dalam hidup, tak hanya saat momen Idul fitri.
&nbsp; ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Catcalling Bukan Sebuah Bentuk Pujian dan Bahan Lucu-lucuan ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7066/catcalling-bukan-sebuah-bentuk-pujian-dan-bahan-lucu-lucuan</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-04-30T10:12:57+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-7066/catcalling-bukan-sebuah-bentuk-pujian-dan-bahan-lucu-lucuan</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Perlu dipahami bahwa #catcalling bukanlah sebuah bentuk pujian yang dilakuakan oleh laki-laki tak dikenal di tempat umum, melainkan sebuah tindakan kekerasan #seksual atau street harassment.
Hampir seluruh perempuan di seluruh penjuru pasti pernah merasakan yang namanya diganggu oleh kaum laki-laki. Diantara kalian ada yang tiba-tiba pernah disebut &lsquo;cantik&rsquo; atau &lsquo;seksi&rsquo; dan sejenisnya oleh orang tak dikenal ketika sedang melintas di tempat umum? Jika ya, berarti kalian pernah mengalami pelecehan seksual berbentuk catcalling. Catcalling adalah komentar bernada seksual yang dilontarkan oleh laki-laki ke Perempuan di tempat umum.
Bagi para lelaki, panggilan-pangilan cuitan, memajukan bibir layaknya mencium, itu memang dianggap secara spontan lucu dan dilakukan sambil tertawa-tawa, setelah melakukannya banyak lelaki juga kemudian melupakannya. Namun, para perempuan yang mengalaminya tidak menganggap hal demikian ini sebagai sesuatu yang lucu, apalagi menghibur.
Tidak sedikit Perempuan yang marah ketika menjadi korban catcalling. Di sisi lain, ada yang percaya bahwa catcalling adalah 'wajar' dan hanya merupakan suatu bentuk keakraban. Mereka menganggap, tidak masalah jika menerima siulan dari laki-laki di pinggir jalan. Tidak pula ada unsur seksual di dalamnya. Namun, kembali lagi ke korban catcalling. Pada dasarnya mereka yang menentukan apakah tindakan semacam ini merugikan atau membuat risih. Ada beberapa orang yang bahkan tak ambil pusing soal ini, asal catcalling dilakukan dalam batasan tertentu. Tak semua sepakat catcalling itu pelecehan, demikian pula tak sedikit yang menganggapnya sebagai perilaku kurang ajar.
Kebanyakan bagi para laki-laki atau pelaku catcalling yang berdalih bahwa tindakan mereka itu lucu dan bertujuan untuk memuji penampilan fisik si Perempuan. Padahal, catcalling justru merupakan perbuatan tidak terpuji, menjijikan, dan menghina Perempuan. Catcalling menjadikan Perempuan sebagai objek seksual dan terlihat tidak lebih dari seonggok daging yang sedang berjalan tanpa memandang kesetaraan gender. Fenomena catcalling juga sering dihubungkan dengan gaya berpakaian si Perempuan yang terbilang terbuka sehingga menantang laki-laki untuk mengomentarinya. Dengan kata lain, hubungan antara catcalling dengan stereotype cara berpakaian Perempuan hanya mengada-ada untuk dijadikan pembenaran otak kotor dalam diri pelaku catcalling tersebut. Apa pun bentuknya, catcalling harus dihentikan karena dapat mengakibatkan terganggunya kesehatan mental para Perempuan yang mengalaminya.

Sayangnya, meski banyak Perempuan yang tidak nyaman atau bahkan marah ketika mengalami catcalling, mereka cenderung tidak melawan. Sebaliknya, yang dilakukan oleh Perempuan hanyalah menghindari kemungkinan berulangnya catcalling, misalnya dengan memakai pakaian yang lebih longgar, mengganti rute perjalanan, atau hanya pura-pura mengacuhkannya. Padahal jika catcalling terus dialami oleh Perempuan tersebut, kesehatan mentalnya bisa terganggu dan mengakibatkan munculnya efek buruk. Seperti munculnya perasaan &lsquo;terancam&rsquo; ketika Perempuan berada di tempat umum yang bahkan banyak orang di sekitarnya, merasa tidak percaya diri dan merasa turunnya harga diri. Kemudian, jika terus-menerus mendapat catcalling juga dapat mengakibatkan Perempuan menerima bahwa dirinya hanyalah objek, bukan Perempuan yang berhak bersuara atas keinginannya sendiri. Perempuan kian merasa tidak aman berada di jalan dan semakin paranoid.
Maka, sudah sepatutnya catcalling ini perlu dihentikan dengan lebih mengedukasi diri sendiri.
&nbsp; ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Kehamilan Tidak Direncanakan Bukan Kesalahan: Tak Perlu Larut dalam Penyesalan ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6936/kehamilan-tidak-direncanakan-bukan-kesalahan-tapi-anugerah</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-04-14T14:43:48+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6936/kehamilan-tidak-direncanakan-bukan-kesalahan-tapi-anugerah</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Bagi sebagian orang, melihat garis dua pada test #kehamilan adalah sesuatu yang membahagiakan. Namun, ada pula yang menunjukkan ekspresi bingung, kaget, atau bahkan ekspresi kesedihan dan frustasi. Bagi pasangan yang sudah menikah, kehamilan bisa saja terjadi tanpa direncanakan atau isitilah kasarnya disebut kesundulan. Akan tetapi, lebih berat lagi jika kehamilan tidak diinginkan tersebut terjadi pada pasangan yang belum menikah, berbagai reaksi emosi pun muncul, perasaan takut dan bersalah menyelimuti. Marah pada diri sendiri dan pasangan, bahkan bisa jadi mengurangi minat untuk menjaga kehamilan.
Berdasarkan zoom yang dilakukan pada hari Minggu tanggal 27 Maret 2021 oleh Komunitas Perempuan Berkisah tentang kehamilan tidak direncanakan atau KTD, para pemateri sependapat menyuarakan bahwa, berat memang menerima kenyataan mengenai kehamilan yang tidak direncanakan, tetapi kejadian tersebut akan terus menjadi musibah bila tidak segera dicari jalan keluar atau cara untuk berdamai. Segala macam emosi terkait psikologis yang dihadapi, harus segera dinetralisir, agar dapat ditemukan solusi yang tepat dengan kenyataan yang sedang dihadapi.
Lalu bagaimana cara berdamai dengan semua ini? Ketiga para pemateri memberikan beberapa saran:
1. Menenangkan diriHal pertama setelah mengetahui dua garis biru pada test kehamilan, adalah tetap berusaha tenang. Kesal boleh, menangis boleh, tapi ingat untuk tidak terlalu larut dalam kekesalan, kesedihan, apalagi penyesalan. Setelah puas menangis dan meratapi, secepat mungkin segera menyadari bahwa diri sendiri lebih penting dan perlu diketahui juga bahwa ada individu lain di dalam tubuh yang lebih memerlukan penanganan lanjut untuk dicari tahu langkah seperti apa yang sebaiknya dilakukan.Mengeluarkan semua emosi negatif memang perlu, tak perlu disangkal. Perasaan itu tetap harus diterima dan tersalurkan. Setelah diri merasa tenang, mengeluarkan semua energi negatif, berpikir bisa terasa lebih jernih.

2. Menerima dan mengakuiKehamilan adalah suatu pertanda anugerah bahwa Sang Pencipta memberikan kepercayaanNYA. Jadi, terima dan berhenti menganggap bahwa kehamilan tidak direncanakan adalah suatu bentuk kesalahan. Selain itu pula, penting dilakukan untuk mengakui perasaan apa saja yang mengganjal dan membebani: apakah itu perasaan takut atau ketidakpercayaan terhadap pasangan, perasaan takut akan ketidaksanggupan mengasuh anak di kemudian hari, kecemasan akan masalah materi yang sedang dihadapi, merasa bahwa kehamilan tidak direncanakan ini akan menjadi hambatan atas capaian-capaian pribadi dan pasangan, atau mungkin anggapan dan pendapat orang lain. Setelah mengakui perasaan yang mengganjal dan membebani, bisa diurai satu per satu perencanaan-perencanaan jalan keluar selanjutnya.
3. Membahas dan mendiskusikanMembahas dana mendiskusikan dengan pasangan tentang bagaimana melanjutkan kehamilan tersebut, bagaimana Anda dan pasangan membagi peran, misalnya andil pasangan dalam saat kehamilan atau pasca kehamilan, mempersiapkan materi untuk segala kebutuhan persalinan, juga isu lain yang perlu dibahas dan didiskusikan untuk membuat Anda merasa lebih nyaman dan tenang atas kehamilan Anda. Dukungan dari pasangan akan membantu Anda dalam melewati ini. Jika pasangan dirasa tidak bisa kooperatif atas kehamilan tidak direncanakan yang sedang terjadi, diharapkan supaya Anda tetap tenang agar bisa mengambil langkah terbaik yang bisa Anda lakukan. Anda tidak bisa memaksa dan mengendalikan pasangan Anda. Anda akan menghabisakan dan membuang lebi tenaga jika terus berkutat dengan pasangan Anda yang tidak sepemikiran dengan Anda.Selain itu, Anda juga bisa mencari dukungan lain dari keluarga atau teman terdekat. Mereka barangkali bisa menjadi inspirasi atau tambahan informasi seputar kehamilan tidak direncanakan.
4. Koneksi dengan Diri Anda SendiriPenting untuk memikirkan diri Anda sendiri. Karena tubuh Anda adalah milik Anda dan tanggungjawab Anda. Kesampingkan mengenai perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran tidak berdasar yang menimbulkan emosi pada diri. Pahami betul, apa yang diinginkan, apa yang harus dijalani, dan dilakukan. Hal tersebut akan membuat Anda bisa menerima dan mecintai diri Anda sendiri. Setelah mampu mencintai diri sendiri, Anda akan bisa mencintai janin yang sedang Anda kandung. Rawat kehamilan Anda dan tingkatkan ikatan Anda dengannya. ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Single Mom Sukses: Berjuang Mengobati Luka, Berjuang Demi Anak, Berjuang Demi Rupiah! ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6692/single-mom-sukses-berjuang-mengobati-luka-berjuang-demi-anak-berjuang-demi-rupiah</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-03-26T10:30:42+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6692/single-mom-sukses-berjuang-mengobati-luka-berjuang-demi-anak-berjuang-demi-rupiah</guid>
        <description>
            <![CDATA[ Single Mom Sukses: Berjuang Mengobati Luka, Berjuang Demi Anak, Berjuang Demi Rupiah! ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Single mom? Apa sih yang terbesit dipikiran kalian saat mendengar kata-kata tersebut?
Seorang Ibu dengan seabrek perjuangan. Mulai dari perjuangan mengobati luka diri sendiri, luka trauma pada anak-anak, dan mungkin luka keluarganya (terutama orangtua). Belum lagi perjuangan mengurus dan membesarkan anak seorang diri, juga perjuangan mencari pundi-pundi #rupiah untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan anaknya.&nbsp;
Single mom, bukan nasib, melainkan pilihan hidup! Single mom hanya status tapi memiliki peran yang mulia. Tak ada #single #mom yang memimpikan dirinya menjadi seorang single parent yang berjuang menaklukan kejamnya dunia seorang diri. Perihal perceraian atau ditinggal orang terkasih menghadap Sang Pencipta pun, bukan suatu hal mudah yang harus dipilih dan dijalani. Namun, berhasil keluar dari sebuah pernikahan toxic dan berhasil menerima kenyataan getir merupakan sebuah prestasi tersendiri. Ketakutan akan pilihan menyandang status janda selalu membayangi, namun, hidup dalam nestapa pun tak bisa lagi diarungi. Percayalah, bukan hal mudah melewati perjalanan tersebut bagi seorang wanita seorang diri.
Sekarang, saya ganti pertanyaannya. Single mom? Pandangan apa yang terpikir saat mendengar kata-kata tersebut?
Rentetan perjuangan yang dihadapi, tetap tak menghentikan dan menyurutkan stigma yang selalu beredar dikalangan para single mom. Sulit memang menuntas habis pandangan dan stigma negatif. Tapi, hal tersebut bukan jadi alasan untuk berhenti dan menghentikan langkah para single mom. Badai hebat saja bisa dilalui, hidup penuh stigma yang belum tentu kebenarannya bukanlah hal sulit yang bisa membuat ciut nyali para single mom.&nbsp;
Demi anak-anak yang dikasihinya, seorang single mom harus mampu berperan ganda, menjadi ibu sekaligus menggantikan sosok ayah yang hilang. Tak ada waktu dan energi untuk menanggapi stigma nyaring yang terjadi diluar kuasa dan kendalinya.
Maureen Hitipeuw seorang Single Moms Mentor dan Founder Komunitas Single Moms Indonesia (SMI) memberikan 7 tips Kebiasaan Single Mom yang Efektif:
1. Bersikap Proaktif dan Change Your Mindset
Berhenti merasa sebagai korban, stop playing victim! Jangan berpikir bahwa jadi single mom adalah &lsquo;hukuman mati&rsquo;. Pola pikir positif berarti kita memiliki harapan positif bahwa segala sesuatunya akan berjalan dengan baik dan kita akan berhasil. Ini memberi kita lebih banyak harapan juga keberanian untuk mencoba dan bertahan dengan perubahan juga cobaan hidup daripada jika kita memiliki pola pikir negatif. Berada di pola pikir sebagai korban sering kali membuat kita gagal untuk melihat peluang atau takut untuk mencoba sesuatu yang baru.&nbsp;
2. Ciptakan Visi Positif&nbsp;
Create positive visions for your life. Mau dibawa ke mana arah tujuan hidup kita? Tujuan jangka pendek kita dalam hidup itu apa saja, lalu tujuan jangka panjangnya apa? Setelah itu tentukan action steps alias langkah-langkah apa yang perlu kita lakukan dari sekarang untuk mencapai visi itu? Dengan punya visi hidup begini kita juga jadi tau arah hidup mau dibawa kemana dan tidak lagi hidup cuma auto pilot.
3. Prioritas
Jangan memusingkan hal-hal kecil dan tetap lah berfokus pada priotas utama. PR kita sebagai Ibu Tunggal sudah banyak kan? Nah, tentukan prioritas hal-hal penting apa yang perlu kita fokuskan. Jangan buang energi untuk hal-hal nggak penting (contoh: omongan orang!)

4. Let it Go!
Bagaimana mungkin hidup kita bisa lebih baik jika kita masih menyeret-nyeret bagasi masa lalu? Memendam rasa sakit hati karena pernikahan gagal? Let it all go! #Single moms yang sukses adalah mereka yang sudah melepaskan masa lalu, memaafkan, menerima kenyataan dan keadaan lalu fokus untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan anak-anak.
5. Berusahalah Terlebih Dahulu untuk Memahami, Kemudian Dipahami
Bukalah jalur komunikasi dengan anak-anak. Bersikap terbuka dan jujur tanpa memberi mereka terlalu banyak detail atau menyalahkan mantan. Ciptakan lingkungan dimana anak merasa didengar dan dimengerti. Belajar untuk menjadi pendengar yang baik, yang suportif, dan mendorong anak-anak untuk membicarakan perasaan mereka denganmu. Sama seperti kita ingin dimengerti, anak juga butuh pengertian dari kita sebagai Ibu.
6. Say No
Belajar ucapkan NO untuk hal-hal yang tidak membuatmu bahagia atau nyaman. And know, NO is a complete sentence! Mengucapkan &lsquo;tidak&rsquo; juga mengajarkan kita untuk memiliki batasan-batasan (boundaries) yang jelas dalam hidup dan akan membuat kita merasa lebih berdaya sebagai perempuan.
7. Terus Belajar
Kenali potensi diri, cari passions kita apa dan belajar! Dengan kita terus belajar dan mengembangkan diri, ada 2 dampak positif yang bisa kita petik: pertama dengan terus belajar kita akan menambah skills yang suatu saat nanti dapat bermanfaat bagi pengembangan diri pribadi juga karir. Dampak kedua, kita juga terus bertumbuh sebagai individual dengan belajar hal-hal yang memang kita sukai. Jaman sekarang banyak sekali sumber-sumber informasi atau kelas yang dapat kita ikuti secara online mulai dari yang gratis sampai yang berbayar. Intinya, never stop learning!
Sosok inspirstif Maureen Hitipeuw atau yang akrab dikenal dengan panggilan Kak oyen, terus berjuang mengedukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa olok-olokan, becandaan, memes soal single mom itu sesungguhnya melukai hati Ibu-Ibu tunggal yang seharusnya didukung. Perjuangan tersebut memang masih panjang, namun, kisah inspiratifnya selalu memberikan pengalaman tersendiri bagi para pejuang single mom. Tujuan mulianya, hanya ingin mengedukasi dan mematahkan stigma, berusaha merubah budaya merendahkan single mom sambil terus berusaha memberdayakan teman-teman single mom.&nbsp;
Single mom, bukan nasib! Tapi, pilihan hidup! Tak ada yang salah dengan pilihan hidup menjadi seorang single mom. Single mom hanya status, tapi memiliki peran yang mulia.
&nbsp; ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Muda dan Berbakat Menulis: Oliver Rains Cinta Puisi Sebagai Aspek Penting dalam Kehidupan ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6632/muda-dan-berbakat-menulis-oliver-rains-cinta-puisi-sebagai-aspek-penting-dalam-kehidupan</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-03-21T23:37:20+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6632/muda-dan-berbakat-menulis-oliver-rains-cinta-puisi-sebagai-aspek-penting-dalam-kehidupan</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Setiap tahunnya, tanggal 21 Maret diperingati sebagai World Poetry Day atau Hari Puisi Sedunia yang tepat jatuh dihari ini. Dikutip dari situs resmi #UNESCO (United Nations Educational Scientific Cultural Organization), peringatan Hari #Puisi Sedunia disepakati lewat resolusi Konferensi Umum ke-30 di Paris pada tahun 1999. Penetapan Hari #Puisi Dunia bertujuan untuk mendukung keberagaman bahasa melalui ekspresi puitis.
Dalam dunia kesusasteraan, puisi menjadi hal yang tidak asing lagi di berbagai kalangan. Puisi yang sudah kita pelajari bahkan sejak duduk di bangku sekolah ini merupakan salah satu jenis karya sastra yang tak lekang oleh zaman, dan bahkan masih sangat banyak para #penyair yang membuatnya. Puisi memiliki sederet peranan penting yang berguna bagi kehidupan manusia. Salah satunya adalah sebagai media komunikasi.
Selain para penyair legenda yang sudah tak asing lagi kita dengar namanya, seperti Chairil Anwar yang dikenal dengan puisinya berjudul &ldquo;Aku&rdquo; atau Puisi cinta "Taman Dunia" karya Asrul Sani yang bercerita tentang kekasih hati, juga masih banyak sederet nama penyair lain yang menyusul mengikuti jejak para legendaris tersebut.
Di era saat ini, banyak para pemuda-pemudi yang turut berkontribusi dalam dunia sastra. Sekalipun tidak tahu ilmu tentang puisi, tetapi secara #bahasa mereka bisa mengekspresikan setiap perkataan menjadi sebuah bentuk puisi.
&ldquo;Sebenarnya esensi puisi itu bisa dikatakan sebagai sumber daya untuk mengungkapkan sesuatu dengan banyak cara. Kamu bisa belajar menafsirkan sesuatu serumit puisi seperti kamu menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka datang seperti petunjuk dari alam bawah sadar, seperti bisikan halus dari Tuhan meski jelas akan membingungkan jika diartikan secara harfiah,&rdquo; tutur C. Oliver Rains yang akrab dipanggil dengan sebutan Kak Rains dalam sesi wawancara langsung dengan narasumber.
C. Oliver Rains merupakan salah satu penulis muda kelahiran 1998 yang memaknai bahwa puisi memang sangat kental dalam segala aspek kehidupan.
&ldquo;Puisi itu seperti dunia kita sendiri, orang sering menganggap hidup adalah hitam dan putih jika tidak memperhatikan secara seksama tentang apa yang ada di sekitar kita. Mungkin memang banyak cara untuk mengungkapkan sesuatu melalui seni bahasa, tetapi puisi jelas memiliki aspek yang intens dalam hal perhatian, konsentrasi, eksperimen, orisinalitas, dan bentuk atau gaya. Mereka diciptakan dengan indah, memberikan warnanya, dan menantang kita untuk menelaahnya seperti cara kita memandang hidup kita sendiri,&rdquo; ucapnya penuh dengan penghayatan cinta pada puisi.
Berkat kecintaannya terhadap puisi, Oliver Rains berhasil menerbitkan sebuah karya puisi berjudul Kiss My Winter oleh penerbit Lintang Semesta Publisher. Buku tersebut mengisahkan tentang pengenangan seorang pria terhadap kekasihnya di musim dingin.
&ldquo;Orang sering menggambarkan bahwa puisi itu perkara rumit dari mulai pembuatan, memahami dan membacakannya. Akan tetapi, hal yang benar-benar mendorong bagi kita sebenarnya adalah menulislah apa yang ingin kamu tulis, bahkan ketika semua makna tergambar terlalu jelas di atas kertas. Puisi itu tetap memiliki kebebasan untuk membentuk makna dunianya tersendiri,&rdquo; ucapnya memotivasi, agar segala kalangan mulai mencintai atau setidaknya mulai menyukai tentang keindahan puisi.
Pasalnya, tak jarang pula anak muda zaman sekarang kurang minat terhadap puisi. Alasan mereka pun bermacam-macam. Kadang mereka merasa karya sastra itu sesuatu yang membosankan atau mereka merasa karya sastra itu hanya untuk kalangan orang tua. Kadang sebagian remaja juga berpikir, bahwa karya sastra Indonesia seperti puisi itu alay. Padahal jika kita pahami lagi, ke-alay-an dalam bahasa puisi dapat dibuat sebagai sarana proses berpikir kreatif. Dengan membuat puisi otak kita akan terpacu untuk berfikir secara kreatif karena dituangkan dengan olah kata atau diksi.
&ldquo;Kata-kata adalah keindahan jika kamu ingin mengolahnya dengan baik, setidaknya bagi dirimu sendiri,&rdquo; tutupnya mengakhiri sesi wawancara secara langsung.
Puisi memang selalu bisa menyajikan keindahan yang bisa dirasakan, padahal ia ditulis dalam kesederhanaan dan batasan-batasan gaya menulis puisi.&nbsp;
Happy World Poetry Day!!!
&nbsp; ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Vaksinasi Pengajar Memberi Harapan Baru Memulai Pembelajaran Tatap Muka di Masa COVID-19 ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6620/vaksinasi-pengajar-memberi-harapan-baru-memulai-pembelajaran-tatap-muka-di-masa-covid-19</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-03-19T18:45:19+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6620/vaksinasi-pengajar-memberi-harapan-baru-memulai-pembelajaran-tatap-muka-di-masa-covid-19</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Beragam dampak yang terjadi setelah Corona di dunia #Pendidikan . Para #siswa dan guru menjalani pelajaran jarak jauh (PJJ). Pembelajaran yang dilakukan secara daring seringkali membuat orangtua menjadi darting, begitu keluhan para orangtua yang kesulitan mengajarkan anak-anaknya belajar dirumah. Meskipun demikian, selalu terdapat dua sisi dari setiap cerita dan kejadian. Belajar secara daring memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Meski kebanyakan para siswa dan guru mengalami kesulitan karena perubahan sistem Pendidikan berbasis online, akan tetapi, belajar secara daring mempersiapkan para generasi baru menghadapi teknologi di masa mendatang.
Mau tidak mau, suka atau tidak suka, Semua perubahan tersebut memang telah diatur oleh pemerintah lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), demi meredam angka penularan Covid-19 di Indonesia.
Meski terlihat menyenangkan, nyatanya mengajari anak belajar dirumah membuat kebanyakan orangtua menjadi stres. Pasalnya, kebanyakan anak rata-rata memegang gawai sambal bermain games. Selama belajar dirumah, memang tidak ada banyak hal yang berbeda, anak-anak tetap belajar melalui kelas online. Bedanya anak-anak belajar tidak menggunakan seragam dan bisa sambil makan. Sepuluh menit kemudian, setelah bosan atau pegal, anak-anak bisa belajar sambil tiduran. 
&ldquo;Semacam pembodohan juga. Orangtua yang sibuk dan pusing mengerjakan tugas sampai googling sementara anak malah asyik santai sambil bermain. Kalau orangtua sudah teriak dan ngomel, baru mereka menyimak tapi sepuluh menit kemudian sudah tidak fokus lagi.&rdquo; Ungkap seorang wali murid, Andri, yang anaknya masih duduk dibangku sekolah dasar.
Selain keluhan dari para orangtua, para guru juga mengeluhkan karena tugas siswa seringkali banyak yang terlambat. Sementara guru tetap harus memberikan materi sesuai kompetensi dasar dan tetap harus menyelesaikan terkait adminstrasi siswa.
&ldquo;Banyak nilai masih pada kosong. Ada juga nilai masuk tapi siswa mengerjakan secara asal-asalan sehingga nilai dibawah rata-rata. Memang rasanya kurang efektif jika pembelajaran dilakukan secara jarak jauh begini. Siswa juga kurang aktif sehingga guru juga bingung apakah siswanya paham terkait materi yang diajarkan atau tidak.&rdquo; Ujar Sherly, seorang guru IPA di SMP Swadaya I.
Bersyukur saat ini Pemerintah sedang menjalankan Vaksinasi Tahap II bagi para pendidik dan tenaga pendidik. Vaksinasi diharapkan tuntas agar Juli 2021, pembelajaran tatap muka bisa berlangsung. Meskipun masih juga menuai perdebatan apakah vaksin untuk para pendidik dan tenga pendidik dinyatakan keefektivitasannya atau tidak untuk memulai pembelajaran secara tatap muka lagi. Akan tetapi, vaksinasi ini memberikan harapan baru.
&nbsp; ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Menulis sebagai healing, menemukan cara merefleksi dan mengenali emosi dalam diri ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6536/menulis-sebagai-healing-menemukan-cara-merefleksi-dan-mengenali-emosi-dalam-diri</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-03-12T12:21:45+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6536/menulis-sebagai-healing-menemukan-cara-merefleksi-dan-mengenali-emosi-dalam-diri</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Menulis adalah suatu pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh setiap orang, karena tiap-tiap manusia dianugerahi kemampuan untuk bisa #menulis . Tidak perlu menjadi seorang penulis hebat untuk bisa menuliskan apa yang ingin dituliskan. Menjadi seorang penulis, memang tidak cukup dipelajari dalam satu hari. Perlu menambahkan bumbu dalam pemilihan bahasa agar cita rasa dalam menulis menjadi lebih enak dibaca.&nbsp;
Percaya atau tidak, #menulis dapat membantu dalam mengolah emosi yang kita rasakan. Saat dalam keadaan bahagia atau bahkan dalam keadaan sedih, kita bisa langsung menulis mencurahkan apa yang sedang kita rasakan. Saat sedih terasa, ingin sekali menangis tapi sulit dan sesak terasa di dada, maka dengan menuangkannya menjadi sebuah tulisan, dapat membuat perasaan menjadi lebih lega.&nbsp; Istilah tersebut dikenal dengan writing therapy.&nbsp;&nbsp;
Menulis sebagai healing, hal tersebut bukan karena kata-kata ajaib yang dituliskannya, melainkan karena energi dan pemikiran positif yang mengalir pada saat menuangkan suatu beban, kegelisahan, kerisauan menjadi susunan-susunan kalimat. Writing therapy bisa benar-benar berhasil jika seseorang menuliskannya berdasarkan perasaan terdalamnya, menguraikan benang-benang kusut, mencari akar yang menjadi alasan dan penyebab perasaan yang bersarang dalam dirinya. Bukan hanya sekedar menuliskan urutan-urutan dari suatu peristiwa atau kronologi yang terjadi. Jadi, benar-benar fokus pada emotional content yang dirasakan oleh perasaaan terdalam (the deepest).
Efek terapeutik dari hasil menulis adalah adanya perasaan lega atau plong karena sudah berhasil menggali emosi menyesakkan yang dirasakan menjadi sebuh bentuk tulisan. Kemudian tidak menolak atau menyangkal (denial) perasaan tersebut, berdamai dengan segala situasi dan kondisi yang sedang terjadi, selanjutnya menerima atau acceptance bahwa perasaan emosi tersebut adalah wajar untuk dirasakan dan tidak apa-apa untuk merasakan perasaan tersebut. Setelah semua penerimaan tersebut, tidak apa-apa untuk sedih, untuk marah, kecewa atau perasaan lainnya. Namun, pastikan agar tidak terus berlarut dan segera bangkit.
Dengan menulis, kita jadi lebih bisa merefleksi diri, lebih mengenali emosi yang ada dalam diri, kemudian mengklarifikasi perasaan yang dirasakan dari suatu peristiwa atau kejadian sehingga membuka pikiran atau sudut pandang lain untuk melihat secara lebih objektif dan lebih jernih.&nbsp;
Seperti yang dituliskan dalam laman media sosial Raden Prisya Priyatna, seorang Mindfulness Facilitator, yang lebih memfokuskan self healing melalui journaling, menyebutkan bahwa, &ldquo;Expressive Journaling adalah sebuah kebiasaan menulis yang bertujuan untuk mengolah pemikiran menjadi nilai-nilai yang dapat menjadi amunisi untuk berproses menuju lebih baik. Sifatnya pun mandiri dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penulis.&rdquo; Selain itu, Ibu dari dua orang anak ini menuliskan juga tentang fungsi dari journaling, &ldquo;ternyata Esensi utama journaling adalah melihat diri kita seapaadanya mungkin, dan belajar menyaksikan saja apa yang muncul tanpa menghakimi &mdash; sebelum kita menentukan langkah dan memahami potensi diri yang sesungguhnya.&rdquo;
Yang perlu kita sadari dan jauh lebih penting untuk dilakukan adalah, memaafkan diri sendiri. Setiap orang pernah berbuat salah, jadi tidak apa-apa untuk salah. Terima. Meskipun seringkali terasa tidak mudah. Tapi memaafkan diri sendiri adalah hal penting yang perlu dilakukan agar tidak ada lagi penyesalan yang tersisa. Baik kesalahan tunggal yang dilakukan hanya oleh diri sendiri, maupun kesalahan yang melibatkan orang lain. Memaafkan diri sendiri tidak lebih mudah daripada memaafkan orang lain, padahal memaafkan diri sendirinya seharusnya&nbsp; perlu lebih dahulu dilakukan sebelum memaafkan orang lain.
&ldquo;Dulu saya kira ambisi itu baik. Saya selalu percaya bahwa kemampuan saya sendiri akan dapat membuat saya &lsquo;naik tingkat&rsquo;&mdash;entah secara prestasi, posisi, reputasi, atau apapun namanya. Namun ambisi seringkali membuat kita lupa diri. Menganggap menyerahkan beban pada diri saja cukup untuk membuat berhasil. Seolah-olah kita mampu mengubah nasib kita sendiri. Padahal hanya Dia (Sang Pencipta) yang bisa melakukannya untuk kita.&rdquo; Tutur Kak Prisya.
Perlu diketahui, dengan menulis, banyak yang bisa digali dalam diri kita. Bahkan sisi tergelap sekalipun. Lambat laun, seiring berjalannya waktu tulisan-tulisan tersebut juga menjadikan kita semakin luwes dalam menulis. Sedikit demi sedikit, tulisan tersebut terbumbui dengan pilihan bahasa yang lebih enak dibaca.
Terakhir, kata-kata pamungkas dari Kak Prisya, &ldquo;di manapun dirimu berada saat ini, adalah tempat terbaik di sini dan kini. Saat ingin memperbaiki diri dan keadaan, lanjutkan dengan menjalani dan syukuri segala proses diri. Niscaya, nikmatmu akan ditambah-Nya, mungkin dalam bentuk yang tak kita sangka-sangka. Sudahkah kita sayang pada diri sendiri? Sudahkah kita mempersilakan diri berproses sesuai kemampuannya, mendengarkan dan memahami kebutuhannya, serta menerimanya apa adanya?&rdquo;
Ada kalanya kita menyesal, tapi ketika itu selesai, kita harus melangkah!!!&nbsp;
&nbsp; ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Pelaku dan Korban Ghosting Bisa Terjadi dalam Berbagai Aspek Kehidupan Tidak Hanya Dalam Hubungan Perkencanan ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6520/pelaku-dan-korban-ghosting-bisa-terjadi-dalam-berbagai-aspek-kehidupan-tidak-hanya-dalam-hubungan-perkencanan</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-03-10T16:23:39+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6520/pelaku-dan-korban-ghosting-bisa-terjadi-dalam-berbagai-aspek-kehidupan-tidak-hanya-dalam-hubungan-perkencanan</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Istilah #ghosting memang sedang trend belakangan ini. Tapi, tahukah apa sebenarnya itu Ghosting? Saat seseorang mendadak hilang bagaikan hantu ditelan bumi, tak bisa dihubungi, tak ada kabar, dan tak ada kejelasan. Inilah yang dikenal dengan istilah #ghosting. 
Dalam dunia asmara, ghosting bukan lagi salah satu fenomena baru, seolah diri ini dan relasi dengannya tiadalah berarti. Dalam dunia asmara, ghosting bahkan bisa dianggap sebagai suatu taktik atau mekanisme pertahanan yang bisa dibilang tidak bertanggung jawab karena dapat memicu konflik baru. Terlepas dari berbagai alasan mengapa si Dia melakukan #ghosting, perlu kita telusuri bahwa ghosting tidak hanya terjadi dalam dunia perkencanan saja. 
Siapa sangka banyak juga pelaku dan korban ghosting dalam berbagai aspek kehidupan, tidak hanya terjadi dalam hubungan asmara. Seperti halnya dibidang #pekerjaan , pelaku dan korban ghosting bisa terjadi antara interviewer dengan kandidat. Seolah interviewer atau perusahaan memberikan ekspektasi yang tinggi kepada kandidat tapi nyatanya hanya angin belaka. Sebaliknya dengan kandidat yang menurutnya memiliki segudang prestasi, namun setelah melihat kondisi atau kemampuan perusahaan yang tidak sebanding akhirnya tiba-tiba menghilang meski sebelumnya sudah bersepakat menerima tawaran pekerjaan. 
Atau misalnya dibidang percetakan, hubungan pelaku dan korban ghosting bisa terjadi antara penulis dan penerbit atau antara penulis dan pembaca. Bisa terbayangkan bukan, hubungan seperti apa yang terjadi. Penulis mengharap tulisannya diterbitkan. Penerbit mengharap tulisan yang bagus dari penulis. Kemudian penulis mengharapkan banyak para pembaca yang membaca karyanya. Pembaca mengharapkan karya terbaik dari penulis. Akhirnya sebenarnya harapan-harapan dan ekspektasi-ekspektasi tersebutlah yang membuat seseorang merasa di ghosting. Padahal memang benar ghosting, sih.
&nbsp;
Baca Juga :&nbsp;Lagi Heboh di Medsos, Kenapa Sih Ada Orang yang Suka Ghosting?
&nbsp;
Perlu diketahui juga, banyak alasan mengapa interviewer tiba-tiba #ghosting pada si kandidat. Boleh jadi, interviewer tidak bisa menolak kandidat ditempat atau terlalu banyaknya kandidat sehingga membuat interviewer jadi semakin banyak pertimbangan. Atau kenapa kandidat ghosting kepada perusahaan setelah melakukan kesepakatan, mungkin mereka beralasan tiba-tiba menghilang karena proses perekrutan terlalu lama dan perusahaan kurang transparan.&nbsp;Dan banyak alasan-alasan lain yang sebenarnya tidak perlu digali kebenarannya.
&nbsp;
Menurut Roslina Verauli yang akrab dipanggil dengan sebutan mbak Ve, seorang clinical child, adolescent, and family psychologist yang juga pernah membahas tentang ghosting di laman Instagramnya, menyebutkan bahwa sejatinya ghosting merupakan suatu mekanisme defensive yang primitive. Dalam pembahasan tersebut, disebutkan bahwa "Ghosting justru menunjukan betapa immature sang pelaku. Ia bahkan tak mampu mengakui bahwa aksinya keliru. Mereka bahkan menghayati aksinya adalah tepat! Elegan! Baginya, tak perlu ada obrolan untuk berpisah dengan baik. Saat relasi dirasa tak lagi berjalan seperti yang ia mau, ia merasa punya hak untuk berlalu! Pengecut? Ada yang memang pengecut. Karena ia hanya ingin memproteksi dirinya sendiri meski menimbulkan luka pada orang lain. Mereka makhluk immature yang bersembunyi di balik mekanisme defense primitif, mekanisme denial dan avoidance!" tulisnya.
&nbsp;
Baca Juga :&nbsp;Sosok Dibalik PENTAS (Perempuan Tanpa Stigma) Dihari Perempuan Sedunia: Titik Balik Kehidupan Setelah Berani Mengakhiri Hubungan Toxic!
&nbsp;
Lantas, sebaiknya respon apa yang perlu kita ambil dalam menghadapi si pelaku ghosting ini? Tidak perlu kecewa dan meyalahkan keadaan atau menyalahkan diri sendiri. Karena kamu, selaku korban ghosting tidak mempunyai kuasa atau kendali atas apa yang telah mereka perbuat. Tidak perlu mencari jawaban atau validasi mengapa mereka melakukan hal ghosting tersebut kepada kamu. Buang-buang waktu dan energi, juga tak banyak merubah apapun. Alangkah lebih baik jika kamu segera bangkit karena dengan kejadian tersebut, kamu jadi lebih mengatahui kualitas diri dari si pelaku ghosting.
Jika kamu terjebak di dunia pekerjaan atau percetakan seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, justru sebenarnya baik untuk kamu mengetahui semuanya diawal. Karena dengan begitu, kamu, perusahaan, penulis, penerbit, atau pembaca bisa dengan mudah memutuskan atau mengambil tindakan selanjutnya yang sebaiknya dilakukan sehingga sama-sama merasa tidak dirugikan. Seperti yang dipaparkan oleh mbak Ve, &ldquo;kamu tidak perlu sakit hati, segera sadar dan berbenah. Bahwa, kemarin keliru menilai hingga terperangkap dalam relasi yang berat sebelah.&nbsp;Sekarang saatnya menutup bab buku, lalu menyiapkan diri untuk sebuah bab baru, a new hello!&rdquo;&nbsp;Tegasnya. Hal tersebut berlaku dalam aspek dan situasi apapun.
Luas memang pembahasan seputar ghosting ini. Bagi korban ghosting, di semua aspek kehidupan, sungguh mengecewakan memang menyadari bahwa kamu mengalami hal tersebut. Tidak ada yang happy saat mengetahui dirinya adalah korban ghosting, tapi tak ada yang lebih mengecewakan saat kamu terlalu lama terjebak dan terperangkap dalam relasi yang tidak sehat. So, demi kesehatan mental kamu, sebaiknya buka chapter baru dan berdamai dengan keadaan adalah langkah lebih baik daripada merasa terpuruk terus dalam kesedihan dan kekecewaan. Berterimakasih karena dengan adanya pengalaman ghosting tersebut, kamu bisa lebih menyikapi segala seusatu lebih baik dan bijaksana lagi. Are you ready? You can do it! ]]>
        </content:encoded>
    </item>

        
    <item>
        <title>
            <![CDATA[ Sosok Dibalik PENTAS (Perempuan Tanpa Stigma) Dihari Perempuan Sedunia: Titik Balik Kehidupan Setelah Berani Mengakhiri Hubungan Toxic! ]]>
        </title>
        <link> https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6502/sosok-dibalik-pentas-perempuan-tanpa-stigma-dihari-perempuan-sedunia-titik-balik-kehidupan-setelah-berani-mengakhiri-hubungan-toxic</link>
        <dc:creator>
            <![CDATA[ Edukasi Style Info ]]>
        </dc:creator>
        <category>
            <![CDATA[ edukasi ]]>
        </category>
        <pubDate>2021-03-08T16:54:21+07:00</pubDate>
        <guid isPermaLink="false">https://edustyle.nusapos.com/edukasi/np-6502/sosok-dibalik-pentas-perempuan-tanpa-stigma-dihari-perempuan-sedunia-titik-balik-kehidupan-setelah-berani-mengakhiri-hubungan-toxic</guid>
        <description>
            <![CDATA[  ]]>
        </description>
        <content:encoded>
            <![CDATA[ Sejak tahun 1922, Tanggal 8 Maret selalu diperingati sebagai hari perempuan sedunia atau International Women&rsquo;s Day. Hari Perempuan Sedunia adalah hari dimana dirayakannya kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek bidang, yang meliputi sosial, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan politik. 
Banyak aksi yang dilakukan para perempuan untuk menyadarkan bahwa kesetaraan itu diperlukan dalam kehidupan di era globalisasi saat ini. Tidak dipungkiri lagi, di abad ke-21 ini, antara perempuan dan laki-laki hampir mencapai titik setara. Setara bukan berarti sederajat. Memperjuangkan kesetaraan gender bukan berarti menuntut agar para perempuan bisa sederajat dengan para kaum lelaki, tetapi mendukung agar perempuan dan laki-laki mendapat kesempatan untuk berada dalam posisi yang sejajar.
Selain menyuarakan kesetaraan gender, banyak para penyintas yang juga menyuarakan kisah mereka. Dengan tujuan mengedukasi dan memotivasi agar tidak terjadi lebih banyak perempuan yang mengalami hal serupa dengan kisah pilu yang pernah mereka alami dan membantu para penyintas untuk bisa bangkit kembali meraih masa gemilang dalam hidupnya. Seperti halnya kak Poppy R. Dihardja atau yang akrab dengan sebutan Kakpop, salah satu sosok pendiri Perempuan Tanpa Stigma (PENTAS), yang juga merupakan seorang perempuan yang pernah mengalami kekerasan seksual dan KDRT. Sosok inspiratif ini, seorang penyintas KDRT yang berhasil bangkit dan hingga saat ini masih terus getol menyuarakan tentang kekerasan seksual dan KDRT, bahkan membantu sesama perempuan dengan nasib serupa. Titik balik kehidupan kak Poppy yaitu pada saat dia mampu mengambil keputusan untuk berani mengakhiri hubungan toxic yang dialaminya. Meski banyak pertimbangan, salah satunya stigma masyarakat tentang penyintas kekerasan seksual dan KDRT atau stigma setelahnya, yaitu menjadi seorang &ldquo;janda&rdquo;, tetapi keberanian dan keputusan tersebut akhirnya menjadi sebuah perisai dalam kehidupannya sehingga Kak Poppy bisa menjadi sosok inspiratif seperti saat ini. 
Terlepas dari stigma masyarakat tentang penyintas kekerasan seksual dan KDRT atau stigma &ldquo;janda&rdquo;, dihari International Women&rsquo;s Day ini, diharapkan tidak ada lagi stigma atau pandangan negatif yang membayang-bayangi para perempuan untuk bisa terlepas dari hubungan toxic dan terus terperangkap dalam hubungan yang tidak sehat. Kita tidak dapat mengendalikan keinginan masyarakat, kita hanya perlu fokus terhadap apa yang bisa kita kendalikan. Tidak perlu menjerat kebahagiaan kita dan menukarnya dengan pilu seumur hidup hanya karena takut terhadap stigma masyarakat atau pandangan negatif masyarakat. Pernah menjadi penyintas kekerasan seksual dan KDRT atau menjadi ibu tunggal bukan berarti tidak bisa dilakukan dan menjadi akhir kehidupan.&nbsp;It's a BIG NO. Bangun semua kepercayaan, bahwa hal tersebut tidak seburuk yang orang-orang pikirkan. Terlepas dari status dan apapun kondisi yang pernah atau sedang dialami oleh kita selaku kaum perempuan, perempuan wajib mendapat kebahagiaannya, mendapat haknya, dimanapun mereka berada. 
Dikutip dari salah satu tulisannya di media sosial milik Kak Poppy, &ldquo;Sering banget menemui perempuan yang punya pilihan untuk memilih dirinya, kebebasannya dan kebahagiaannya namun tetap berakhir memberikan pasangannya (yang abusive) kesempatan kedua, ketiga sampai ke... entahlah. Namun jika kamu sudah pernah diselingkuhi berkali-kali, sudah sering diperlakukan buruk sama pasangan kalian, dan kalian tetap memberinya kesempatan karena kalian percaya DIA AKAN BERUBAH, well, semoga saja kamu siap kecewa dan sakit lagi. Sebelum kamu memberikan kesempatan lagi padanya, tanyalah ke dirimu sendiri: APAKAH AKU PATUT MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI INI?! Jika jawabannya YA, saya akan dukung kamu untuk menemukan bahagiamu, tapi tidak dengan mendukung hubungan yang penuh kekerasan. So, siapa di sini yang sudah berkali-kali kasih kesempatan ke pasangan tapi tak pernah terpikir untuk memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk mendapatkan yang lebih baik?! Please, be kinder to yourself.&rdquo;
Dibalik kisah masa lalunya Kak Pop, sang penggagas PENTAS, komunitas yang berisikan para perempuan ini benar-benar mewadahi perempuan untuk kembali menemukan jati diri dan kembali menemukan kebahagiaanya. PENTAS benar-benar membersamai para perempuan untuk mengupgrade diri sendiri dan mengedukasi seberapa berharganya perempuan. Sosok inpiratif ini membuktikan bahwa masa lalu yang kelam sekalipun bisa menjadi cerah setelah kita benar-benar mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidup kita.
Selamat Hari Perempuan Sedunia! Semoga kita bisa selalu berdaya dengan cara masing-masing dan saling memberdayakan satu sama lain!
Mari kita suarakan agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual disahkan. Juga menolak RUU Ketahanan Keluarga.
Choose to happy, choose to be you! Happy International Women&rsquo;s Day! ]]>
        </content:encoded>
    </item>

    

</channel>
</rss>