Hari Perempuan Sedunia
Sosok Dibalik PENTAS (Perempuan Tanpa Stigma) Dihari Perempuan Sedunia: Titik Balik Kehidupan Setelah Berani Mengakhiri Hubungan Toxic!
(Foto: @PENTASTRIBE · Organisasi Komunitas)
Terlepas dari stigma masyarakat tentang penyintas kekerasan seksual dan KDRT atau stigma “janda”, dihari International Women’s Day ini, diharapkan tidak ada lagi stigma atau pandangan negatif yang membayang-bayangi para perempuan untuk bisa terlepas dari hubungan toxic dan terus terperangkap dalam hubungan yang tidak sehat. Kita tidak dapat mengendalikan keinginan masyarakat, kita hanya perlu fokus terhadap apa yang bisa kita kendalikan. Tidak perlu menjerat kebahagiaan kita dan menukarnya dengan pilu seumur hidup hanya karena takut terhadap stigma masyarakat atau pandangan negatif masyarakat. Pernah menjadi penyintas kekerasan seksual dan KDRT atau menjadi ibu tunggal bukan berarti tidak bisa dilakukan dan menjadi akhir kehidupan. It's a BIG NO. Bangun semua kepercayaan, bahwa hal tersebut tidak seburuk yang orang-orang pikirkan. Terlepas dari status dan apapun kondisi yang pernah atau sedang dialami oleh kita selaku kaum perempuan, perempuan wajib mendapat kebahagiaannya, mendapat haknya, dimanapun mereka berada.
Dikutip dari salah satu tulisannya di media sosial milik Kak Poppy, “Sering banget menemui perempuan yang punya pilihan untuk memilih dirinya, kebebasannya dan kebahagiaannya namun tetap berakhir memberikan pasangannya (yang abusive) kesempatan kedua, ketiga sampai ke... entahlah. Namun jika kamu sudah pernah diselingkuhi berkali-kali, sudah sering diperlakukan buruk sama pasangan kalian, dan kalian tetap memberinya kesempatan karena kalian percaya DIA AKAN BERUBAH, well, semoga saja kamu siap kecewa dan sakit lagi. Sebelum kamu memberikan kesempatan lagi padanya, tanyalah ke dirimu sendiri: APAKAH AKU PATUT MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI INI?! Jika jawabannya YA, saya akan dukung kamu untuk menemukan bahagiamu, tapi tidak dengan mendukung hubungan yang penuh kekerasan. So, siapa di sini yang sudah berkali-kali kasih kesempatan ke pasangan tapi tak pernah terpikir untuk memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk mendapatkan yang lebih baik?! Please, be kinder to yourself.”
Dibalik kisah masa lalunya Kak Pop, sang penggagas PENTAS, komunitas yang berisikan para perempuan ini benar-benar mewadahi perempuan untuk kembali menemukan jati diri dan kembali menemukan kebahagiaanya. PENTAS benar-benar membersamai para perempuan untuk mengupgrade diri sendiri dan mengedukasi seberapa berharganya perempuan. Sosok inpiratif ini membuktikan bahwa masa lalu yang kelam sekalipun bisa menjadi cerah setelah kita benar-benar mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidup kita.
Selamat Hari Perempuan Sedunia! Semoga kita bisa selalu berdaya dengan cara masing-masing dan saling memberdayakan satu sama lain!
Mari kita suarakan agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual disahkan. Juga menolak RUU Ketahanan Keluarga.
Choose to happy, choose to be you! Happy International Women’s Day!
Read more info "Sosok Dibalik PENTAS (Perempuan Tanpa Stigma) Dihari Perempuan Sedunia: Titik Balik Kehidupan Setelah Berani Mengakhiri Hubungan Toxic!" on the next page :
Editor :Sherly Intan Amalia
Source : Wawancara langsung dengan Tokoh