Kesehatan Reproduksi
Kehamilan Tidak Direncanakan Bukan Kesalahan: Tak Perlu Larut dalam Penyesalan
Janethes
2. Menerima dan mengakui
Kehamilan adalah suatu pertanda anugerah bahwa Sang Pencipta memberikan kepercayaanNYA. Jadi, terima dan berhenti menganggap bahwa kehamilan tidak direncanakan adalah suatu bentuk kesalahan. Selain itu pula, penting dilakukan untuk mengakui perasaan apa saja yang mengganjal dan membebani: apakah itu perasaan takut atau ketidakpercayaan terhadap pasangan, perasaan takut akan ketidaksanggupan mengasuh anak di kemudian hari, kecemasan akan masalah materi yang sedang dihadapi, merasa bahwa kehamilan tidak direncanakan ini akan menjadi hambatan atas capaian-capaian pribadi dan pasangan, atau mungkin anggapan dan pendapat orang lain. Setelah mengakui perasaan yang mengganjal dan membebani, bisa diurai satu per satu perencanaan-perencanaan jalan keluar selanjutnya.
3. Membahas dan mendiskusikan
Membahas dana mendiskusikan dengan pasangan tentang bagaimana melanjutkan kehamilan tersebut, bagaimana Anda dan pasangan membagi peran, misalnya andil pasangan dalam saat kehamilan atau pasca kehamilan, mempersiapkan materi untuk segala kebutuhan persalinan, juga isu lain yang perlu dibahas dan didiskusikan untuk membuat Anda merasa lebih nyaman dan tenang atas kehamilan Anda. Dukungan dari pasangan akan membantu Anda dalam melewati ini. Jika pasangan dirasa tidak bisa kooperatif atas kehamilan tidak direncanakan yang sedang terjadi, diharapkan supaya Anda tetap tenang agar bisa mengambil langkah terbaik yang bisa Anda lakukan. Anda tidak bisa memaksa dan mengendalikan pasangan Anda. Anda akan menghabisakan dan membuang lebi tenaga jika terus berkutat dengan pasangan Anda yang tidak sepemikiran dengan Anda.
Selain itu, Anda juga bisa mencari dukungan lain dari keluarga atau teman terdekat. Mereka barangkali bisa menjadi inspirasi atau tambahan informasi seputar kehamilan tidak direncanakan.
4. Koneksi dengan Diri Anda Sendiri
Penting untuk memikirkan diri Anda sendiri. Karena tubuh Anda adalah milik Anda dan tanggungjawab Anda. Kesampingkan mengenai perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran tidak berdasar yang menimbulkan emosi pada diri. Pahami betul, apa yang diinginkan, apa yang harus dijalani, dan dilakukan. Hal tersebut akan membuat Anda bisa menerima dan mecintai diri Anda sendiri. Setelah mampu mencintai diri sendiri, Anda akan bisa mencintai janin yang sedang Anda kandung. Rawat kehamilan Anda dan tingkatkan ikatan Anda dengannya.
Read more info "Kehamilan Tidak Direncanakan Bukan Kesalahan: Tak Perlu Larut dalam Penyesalan" on the next page :
Editor :Sherly Intan Amalia
Source : Live zoom Komunitas Perempuan Berkisah