CINTA DUNIA
Buah Hati, Penyejuk Hati, Jantung Hati Letaknya Bukan di Hati, Anak Milik dan Titipan Sang Pencipta
Tetracyclin Anopheles Blogspot
Cinta dunia bisa meliputi apapun, selain penciptanya yang berada di hati. Mencintai apapun melebihi kecintaanya kepada sang Pencipta; bisa harta, tahta, pasangan, popularitas, anak, dan lain sebagainya. Segala sesuatu yang menjadikan sang pencipta selain orientasi hidup adalah bentuk cinta dunia, budak dunia.
Bagi orangtua, terutama seorang Ibu, kelahiran anak adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu. Saat anak lahir, dialah segalanya. Cinta Ibu membuncah semakin besar untuk anaknya, Ibu rela mengorbankan apapun untuk anak terkasihnya. Ungkapan kasih Ibu sepanjang masa memang tidak pernah salah dan sangat tidak asing lagi kita dengarkan.
Anak seringkali kita panggil sebagai buah hati, penyejuk hati, jantung hati, tapi letaknya bukan di hati. Menjaga selama 9 bulan 10 hari; mempertaruhkan jiwa dan raga saat melahirkan pelita hati kedunia; memberikan asi selama 2 tahun; merawat, menjaga, dan mengasihi selama balita. Lelah, kantuk, suntuk, sumpek, begadang, semua dilakukan demi sang buah hati. Meskipun Ibu yang melahirkan dan merawat; Ayah yang membiayai hingga besar, tetap saja, tidak akan Dia titipkan anak jika Dia tidak menghendakiNYA. Kecintaan kepada anak dapat membuat seseorang mengagung-agungkan anaknya. Maka sejatinya, jangan sampai anak menjadi boomerang untuk membuat Dia cemburu. Perjuangan dan pengorbanan tidak menjadikan anak yang dilahirkan menjadi milik kita. Dia tetaplah seorang makhluk yang dititipkanNYA untuk diajarkan untuk mencintai penciptaNYA.
Dunia memang penuh dengan tipu daya muslihat dan godaan. Hal tersebut bisa dengan sangat mudah membuat manusia terlena dan berlebihan dalam mencintai dunia, serta hanyut dalam kenikmatan yang sifatnya hanya sementara ini.
Read more info "Buah Hati, Penyejuk Hati, Jantung Hati Letaknya Bukan di Hati, Anak Milik dan Titipan Sang Pencipta" on the next page :
Editor :Sherly Intan Amalia