Self Healing
Menulis sebagai healing, menemukan cara merefleksi dan mengenali emosi dalam diri
yenisovia
Yang perlu kita sadari dan jauh lebih penting untuk dilakukan adalah, memaafkan diri sendiri. Setiap orang pernah berbuat salah, jadi tidak apa-apa untuk salah. Terima. Meskipun seringkali terasa tidak mudah. Tapi memaafkan diri sendiri adalah hal penting yang perlu dilakukan agar tidak ada lagi penyesalan yang tersisa. Baik kesalahan tunggal yang dilakukan hanya oleh diri sendiri, maupun kesalahan yang melibatkan orang lain. Memaafkan diri sendiri tidak lebih mudah daripada memaafkan orang lain, padahal memaafkan diri sendirinya seharusnya perlu lebih dahulu dilakukan sebelum memaafkan orang lain.
“Dulu saya kira ambisi itu baik. Saya selalu percaya bahwa kemampuan saya sendiri akan dapat membuat saya ‘naik tingkat’—entah secara prestasi, posisi, reputasi, atau apapun namanya. Namun ambisi seringkali membuat kita lupa diri. Menganggap menyerahkan beban pada diri saja cukup untuk membuat berhasil. Seolah-olah kita mampu mengubah nasib kita sendiri. Padahal hanya Dia (Sang Pencipta) yang bisa melakukannya untuk kita.” Tutur Kak Prisya.
Perlu diketahui, dengan menulis, banyak yang bisa digali dalam diri kita. Bahkan sisi tergelap sekalipun. Lambat laun, seiring berjalannya waktu tulisan-tulisan tersebut juga menjadikan kita semakin luwes dalam menulis. Sedikit demi sedikit, tulisan tersebut terbumbui dengan pilihan bahasa yang lebih enak dibaca.
Terakhir, kata-kata pamungkas dari Kak Prisya, “di manapun dirimu berada saat ini, adalah tempat terbaik di sini dan kini. Saat ingin memperbaiki diri dan keadaan, lanjutkan dengan menjalani dan syukuri segala proses diri. Niscaya, nikmatmu akan ditambah-Nya, mungkin dalam bentuk yang tak kita sangka-sangka. Sudahkah kita sayang pada diri sendiri? Sudahkah kita mempersilakan diri berproses sesuai kemampuannya, mendengarkan dan memahami kebutuhannya, serta menerimanya apa adanya?”
Ada kalanya kita menyesal, tapi ketika itu selesai, kita harus melangkah!!!
Read more info "Menulis sebagai healing, menemukan cara merefleksi dan mengenali emosi dalam diri" on the next page :
Editor :Sherly Intan Amalia
Source : Laman Media Sosial Raden Prisya Priyatna